1.200 Desa Bakal Dipatroli Rutin Cegah Karhutla

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA, 19/12 /2019 | Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Manggala Agni akan melakukan pencegahan dengan Patroli Terpadu di 1200 desa rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di 10 provinsi.

“Akan ada 1.200 desa yang didatangi Patroli Terpadu di 10 provinsi. Ini memang sudah dipilih ke desa-desa yang rawan terbakar,” kata Direktur Pengendalian Karhutla KLHK Raffles B Panjaitan sebelum Koordinasi Strategi Pengendalian Karhutla tingkat Daops 2020 di Jakarta, Kamis.

Program Patroli Terpadu tersebut, ia mengatakan dilakukan Manggala Agni bersama Babinsa, Polri, LSM dan perangkat desa sudah dianggarkan di 2020.

Patroli Terpadu tersebut akan dilakukan di 10 provinsi, mulai dari Sumatera Utara, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan , Kalimantan Utara hingga Kepulauan Riau.

Pendekatan revitalisasi mata pencaharian masyarakat, menurut dia, memang dikuatkan pada 2019 sebagai bentuk pencegahan karhutla, sehingga kegiatan Patroli Terpadu untuk menyosialisasikan pada masyarakat tidak melakukan pembukaan lahan atau bertani dengan cara membakar.

Alternatif pendapatan keluarga diperkenalkan pula, seperti budi daya ikan yang hasilnya akan ditampung pula oleh perusahaan sekitar. Menurut dia, koordinasi penanganan karhutla bersama kementerian terkait termasuk Kementerian Kelautan dan Perikanan akan mendukung dengan bibit untuk budi daya.

Ada pula alternatif pendapatan masyarakat mengembangkan pupuk organik berupa cuka kayu, yang berfungsi menyuburkan lahan gambut tanpa perlu dibakar. Menurut Raffles, inovasi ini dikembangkan di banyak Daops Manggala Agni, bahkan di Daops Pontianak sudah diujicobakan pada kebun jagung dengan hasil baik.

Sudah lima tahun pengalaman menghadapi karhutla karenanya 2020 harus lebih bagus lagi penanganannya, kata Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya dihadapan perwakilan anggota Manggala Agni dari 34 Daops di Indonesia.

“Saya minta 2020 harus lebih bagus, lebih sistemtis dan formulasinya jelas. Tidak boleh gagap, karena spirit Kepala Negara jelas atasi untuk karhutla,” ujar dia.

Meski BMKG menyebut 2020 tidak terlalu panas namun ia mengatakan tetap perlu waspada. Karhutla di gambut berat diatasi, terlebih jumlah embung, sumur bor jumlahnya belum banyak sehingga jadi tantangan berat untuk pemadaman di masa depan.

Karenanya ia meminta pedoman pelaksanaan penanganan karhutla ditambah untuk lebih waspada, terutama di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan Riau pada bulan Februari. “Tetap waspadai data iklim, jumlah hotspot, lawan pernyataan media sosial yang tidak obyektif. Konsisten bekerja jangan terganggu untuk hal-hal tidak perlu”.

Teks/Editor : Antara/Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait