100 Rumah di PALI Dibedah Gratis dari Mensos

SWARNANEWS.CO ID, PALI | Guna menekan angka kemiskinan pemerintah kabupaten PALI melalui Dinas Sosial, mengusulkan permohonan bantuan bedah rumah untuk masyarakat yang tidak mampu.

Dibenarkan Plt Kadinsos Metty Etika, SE,M.Si, bahwa pada tahun 2017, pemerintah kabupaten telah mengusulkan dana bedah rumah untuk masyarakat tak mampu.

“Dana bantuan langsung dari kementrian sosial, dikucurkan melalui via rekening perkelompok, setiap kelompok berjumlah 10 orang, setiap kelompok ada ketua, sekretaris dan bendahara, ” ucapnya, Selasa (17/12/2019).

Lanjutnya Pemkab Pali telah mengusulkan 150 rumah untuk bedah rumah, akan tetapi hanya direalisasikan 100 rumah saja, diantaranya 30 kecamatan Talang Ubi, 30 Kecamatan Abab, 40 Kecamatan Tanah Abang.

“Per KK akan mendapatkan Rp 15 juta, melalui rekening per kelompok, dan silakan dana tersebut untuk membeli bahan bangunan yang diperlukan, kalau dibelikan bahan bangunan nanti tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, ” ucapnya.

Dia menambahkan yang mendapatkan bedah rumah ada kartu PKH, dan terdaftar di data DPT, tidak sembarangan, Dinsos hanya mengkoordinir saja.

Sementara itu salah satu pendamping, bahwa pembagian uang harus mengambil ke bank, melalui rekening per kelompok.

“Dan tidak ada pemotongan sedikitpun, pendamping hanya mendampingi saja, sesuai data dilapangan, ” tukasnya.

Terpisah salah satu warga Talang Baru, Azzam Rt 04 / Rw 04, kelurahan Talang Ubi Barat, yang mendapatkan bantuan, berterima kasih kepada Bupati Pali, yang telah memberikan bantuan bedah rumah ini.

“Sebab bedah rumah ini telah lama dinanti, dan masyarakat membutuhkan uluran dari pemkab Pali, dengan adanya bantuan ini, rumah yang dihuninya sudah layak ditempati, ” ujarnya sambil menukang bangunan sendiri.

Terkait ada pemotongan dana tersebut, Azzam menegaskan tidak ada pemotongan sedikitpun, dan perkelompok ke bank, bank nya langsung ke kota prabumulih.

“Dana itu memang uang tunai, untuk dibelikan bahan bangunan bedah rumah, itupun sudah cukup, walaupun hanya menukang rumah sendiri, dikarenakan bayar upah tukang cukup mahal, ” tukasnya.

Teks : Sangkut
Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait