Hermann Tilke : “Moto GP Indonesia 2019 Realistis”

SWARNANEWS Wacana mengenai pembangunan sirkuit Jakabaring, Palembang tampaknya masih akan terus bergulir setelah arsitek kenamaan asal Jerman yaitu Hermann Tilke mengungkapkan keoptimisannya. Pasalnya perancang sirkuit Sepang dan Red Bull Ring tersebut merasa yakin Indonesia bisa menjadi tuan rumah MotoGP di musim 2019.

seperti dikutip dari media Speedweek, Herman Tilke bersama dengan perusahaannya Tilke GmbH & Co sudah berkerjasama dengan pihak-pihak pembangunan sarana olahraga di Palembang. Lantaran bersamaan dengan jadwal Asian Games di Palembang pada bulan Agustus hingga September 2018, maka proses pengerjaan dititik beratkan pada pembangunan infrastruktur monorail terlebih dahulu yang nantinya akan menghubungkan Palembang dengan komplek olahraga di Jakabaring.

Desain Sirkuit Moto GP Jakabaring Palembang

“Karena adanya Asian Games, maka transportasi seperti kereta monorail sedang kita prioritaskan untuk dibangun di Palembang. Jika anda tinggal di dekat pusat kota, maka anda nantinya bisa langsung menuju ke arena pacuan kuda atau kembali ke bandara dengan kereta tersebut.” ucap Herman Tilke.

Sebagai gambaran, sirkuit International Jakabaring akan dibangun persis di samping danau besar dengan panjang sirkuit mencapai 4,311 meter. Nantinya layout trek sendiri akan terdiri dari 9 tikungan ke kiri dan 5 tikungan ke kanan dengan laju melawan arah jarum jam.

Bisa digolongkan bahwa sirkuit tersebut nantinya akan berkarakter ‘fast circuit’ mengingat secara teori posisi jantung yang ada di sebelah kiri maka orang lebih cepat menikung ke arah tersebut daripada sebaliknya.

Ketika ditanya kendala maupun kemungkinan-kemungkinan yang bisa menghambat pembangunan sirkuit Jakabaring, Herman Tilke menjelaskan bahwa secara teknis pengerjaan sirkuit  akan memakan waktu sedikit lebih lama karena struktur tanah yang lunak di sekitar danau.

“Masalahnya adalah area tanah berada di samping danau jadi kami sedikit kesulitan. Rencananya kami akan melakukan penimbunan dan pengerasan struktur tanah agar tidak mudah terendam saat volume air melebihi kapasitas danau. Meskipun demikian kami sudah dalam tahap eksekusi dan beberapa tim telah terbang ke Singapura untuk melakukan pembicaraan lebih lanjut.” terangnya.

 

Penulis : Fauzan

Editor : Sarono

Sumber :.speedweek.com

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait