154 Personil Diturunkan Gerebek Kampung Judi dan Narkoba di Rupit Muratara

SWARNANEWS.CO.ID, RUPIT (MURATARA) | Polri saat ini benar benar serius melaksanakan operasi Pekat (Penyakit Masyarakat). Ini terbukti Team Sus Satreskrim dan Gabungan Personel Polres Muratara yang dipimpin Kapolres Muratara melaksanakan Operasi Penyakit Masyarakat baik Premanisme, Narkoba, maupun 3C.

Saat diminta Keterangannya Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S MM, di dampingi Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Drs Supriadi, MM, Sabtu (12/ 6/2021), membenarkan kejadian di wilayah Polres Muratara tersebut.

“Kita tidak main-main dengan masalah Narkoba dan Penyakit Masyarakat Lain, kita akan sikat serta berantas habis sampai ke akar-akarnya,” ucap Jenderal Eko.

Adapun lokasi penggerebekan yaitu Desa Surulangun, Kecamatan Rawas Ulu. Waktu penggerebekan hari Sabtu tanggal 12 Juni 2021 sekitar pukul 05.00 Wib. Kegiatan tersebut, dipimpin Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto Sik, didampingi Wakapolres, Kabag Ops, Kasat Narkoba, Kasat Reskrim, Kasat Intelkam, Perwira Polres Reskrim dan Perwira Narkoba. Dengan jumlah personil sebanyak 50 personil serta di back up Personil Batalyon B Pelopor sebanyak 104 personil yang dipimpin Danki Iptu Antoni.

Personil dibagi dengan target yang telah ditetapkan, yaitu DPO Narkoba dan DPO 3C, Bandar Narkoba, Premanisme, Perjudian serta rumah, atau tempat yang diduga sebagai lokasi transaksi narkoba maupun perjudian.

Kegiatan penggerebekan selesai pukul 10.00 wib, dengan hasil :
– Telah diamankan sebanyak 15 orang laki dan 3 orang perempuan : Sabar Kusnadi, Ramadani alias roma (DPO), Indra Gunawan, Engot, Tarmizi (DPO narkoba), Perdi Susanto, Very Sapriadi, Juhanis Auri, Budi Nasution, Maksum, Rahman, Endang Gunanto als Eeng, Tasman (DPO), Tergani, Ahmad Saleh (diminta keterangan selaku Kades), Riza Maika (Istri darul DPO narkoba, dalam pengejaran), Susanti Ratna.

Barang bukti yang diamankan.
Sementara BB yang diamankan:
– 34 unit mesin Dingdong
– 21 unit R2
– 1 unit R4 merk Karimun
– 13 pucuk senjata tajam
– 3 pucuk senpi laras pendek
– 1 pucuk senpi laras panjang
– 50 unit HP
– 5 lembar STNK
– 8 butir amunisi revolver
– 1 butir amunisi Laras panjang
– 1 klip bening bungkus besar berat 313 gr diduga sabu.
– 1 bungkus kecil diduga sabu berat 34,18 gram
– 1 timbangan digital
– 10 botol bong/alat hisap sabu
– 2 bal plastik bening
– uang kertas Rp. 19.795.000
– BB koin Dingdong 1500 koin
– 2 korek api
– 1 plastik teh cina bertuliskan Qingsaan
– 2 unit jam tangan.

“Selanjutnya, semua orang dan barang yang diamankan dibawa ke polres Muratara untuk dilakukan pengembangan dan pendalaman kasusnya,” ucap Jenderal Eko.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel KBP Drs Supriadi MM menghimbau kepada masyarakat khususnya orang tua agar dapat mengawasi keluarganya baik itu anak-anaknya. Jangan sampai terlibat penyakit masyarakat, baik masalah Premanisme, Narkoba, maupun 3C. “Karena saat ini Polri sedang gencar melaksanakan pemberantasan premanisme dan penyakit masyarakat lain. Guna menjaga Kamtibmas yang kondusif di tengah masyarakat,” imbuhnya. (*)

Teks: rilis
Editor: maya

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait