2.326 Pasien Covid Sumsel Sembuh

Rumah Sehat Covid Tak Difungsikan Lagi
Tak Bermasker Kena Rp. 500 Ribu

 

SWARNANEWS. CO.ID-Palembang, 10/8 /2020 – Sebanyak 2.326 warga Sumatera Selatan yang terkonfirmasi positif COVID-19 telah dinyatakan sembuh dan rasionya sudah mencapai 62,97 persen atau rekor tertinggi sejak empat bulan terakhir sehingga peringkat kesembuhan secara nasional juga naik ke posisi 18.

Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri, di Palembang, Senin, mengatakan tingginya angka kesembuhan didorong oleh lebih banyaknya kasus asimptomatik (tanpa gejala) yang mempercepat proses kesembuhan meski pada saat bersamaan kasus baru terus bermunculan.

“Kasus positif COVID-19 di Sumsel masih fluktuatif sekali, tetapi trennya saat ini cenderung menurun,” ujarnya.

Menurut dia kasus sembuh paling banyak berada di Kota Palembang dengan 1.408 orang, disusul Kabupaten Banyuasin (176 orang), Ogan Ilir (105), Lubuklinggau (104), Muara Enim (90), Prabumulih (80), Muba (67), OKI (67), PALI (61), OKU (42), Musi Rawas (34), Muratara (22), Lahat (20), Luar Sumsel (20), OKU Timur (16), Pagaralam (delapan), Empat Lawang dan OKU Selatan masing-masing tiga orang.

Namun secara rasio Kabupaten OKU dan Muba tercatat paling tinggi yakni 93 persen, disusul Ogan Ilir (86,07 persen), Mura (85 persen), Muratara (84 persen), Lahat (83,33 persen), Luar Sumsel (83,33 persen), OKI (81,7 persen), Pagaralam (80 persen), Prabumulih (76 persen), PALI (75 persen), OKU Selatan (75 persen), Lubuklinggau (74,82 persen), Banyuasin (63,54 persen), OKU Timur (59,26 persen), Palembang (58,81 persen), Empat Lawang (50 persen), dan Muara Enim (41,67 persen).

Sementara total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Sumsel per 9 Agustus berjumlah 3.694 orang dengan 1.170 kasus masih ditangani, penambahanya cenderung melambat sehingga peringkat Sumsel secara nasional juga turun ke posisi sembilan di bawah Bali dengan 3.779 kasus.

Tetapi angka kasus meninggal justru terus meningkat dan telah mencapai 198 orang atau 5,36 persen sehingga melebihi rerata kematian secara nasional yang hanya 4,6 persen.

“Kasus-kasus meninggal rata-rata kondisi klinisnya memang berat, tetapi dari ratusan pasien positif yang dirawat masih lebih banyak yang sembuh daripada meninggal,” tambahnya.

Ia mengingatkan masyarakat bahwa penyebaran COVID-19 belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti di Sumsel, sehingga perlu menjalankan disiplin protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

**Rumah Sehat Covid Tidak Terima Pasien Lagi**
Dinas Kesehatan Kota Palembang mengalihkan penanganan tiga golongan pasien COVID-19 ke beberapa rumah sakit pascadihentikannya penerimaan kasus oleh Rumah Sehat COVID-19 Sumatera Selatan terhitung sejak 10 Agustus 2020.

Kasi Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang Yudhi Setiawan, di Palembang, Senin, mengatakan tiga golongan pasien yakni suspek, probable dan konfirmasi positif dengan gejala ringan maupun berat yang sudah diuji swab akan dialihkan ke rumah sakit.

“Ada 16 rumah sakit di Kota Palembang yang sudah ditunjuk untuk menangani pasien COVID-19, kebanyakan uji sampelnya masih menginduk ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Palembang,” ujarnya.

Sebelumnya Pemprov Sumsel mengeluarkan Surat Edaran Nomor 044/SE/Dinkes/2020 tentang penghentian penerimaan kasus di Rumah Sehat COVID-19 Sumsel per 10 Agustus yang ditandatangani Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahya.

Menurutnya kapasitas 16 rumah sakit tersebut cukup untuk menampung kasus-kasus baru yang masih bertambah, namun jika terjadi lonjakan kasus maka pihaknya siap mendirikan lokasi isolasi darurat di sekitar rumah sakit milik Pemkot Palembang.

Dengan ditutupnya Rumah Sehat COVID-19 Sumsel maka kasus positif asimptomatik (tanpa gejala) diminta melakukan isolasi di rumah masing-masing, kata dia, Dinkes Palembang akan tetap memantau secara rutin agar proses isolasi tidak menimbulkan kasus baru.

Ia mengklaim sejauh ini semua kasus masih tertangani dengan baik, meski tiga bulan pertama terjadi lonjakan kasus namun saat ini penambahan kasus mulai berkurang, bahkan berbalik dengan meningkatnya kasus sembuh dan menurunnya status Palembang dari zona merah menjadi zona oranye.

Total kasus konfirmasi positif COVID-19 di Kota Palembang per 9 Agustus tercatat berjumlah 2.288 orang, 1.091 di antaranya telah sembuh serta 99 kasus meninggal dunia, sehingga masih ada 1.098 kasus masih dalam penanganan.

Terpisah, Kasi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumsel Yusri, menambahkan bahwa penutupan Rumah Sehat COVID-19 yang biasa menampung ratusan ODP, PDP dan kasus itu tidak akan menurunkan performa penanganan COVID-19 karena lokasi tersebut memang sebatas optional (pilihan).

“Untuk pelacakan dan uji swab masih tetap jalan, tapi sekarang kalau warganya positif tanpa gejala langsung saja isolasi di rumah, tidak lagi rekomendasi ke Rumah Sehat COVID-19,” tambahnya.

**Tak Bermasker Didenda Hingga Rp. 500 Ribu**

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru mengatakan denda bagi masyarakat yang tidak menggunakan masker segera diberlakukan karena peraturan gubernur sudah diproses.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menerapkan sanksi bagi masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan akan didenda, kata Gubernur di Palembang, Senin.

Dalam pergub protokol kesehatan tersebut, berisi aturan antara lain jaga jarak, menggunakan masker dan jika melanggar maka diberlakukan sanksi berupa denda.

Adapun besaran denda yang diberlakukan terendah Rp100 ribu dan tertinggi Rp500 ribu, ujar dia.

Jadi dalam waktu dekat ini akan diberlakukan sehingga itu perlu diikuti, kata dia.

Menurut dia, pemberian sanksi denda ini akan efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi terutama menggunakan masker.

Untuk sosialisasi pergub tersebut, akan dilakukan melalui media sosial. Sementara untuk pengawasan pelaksanaan pergub tersebut juga akan dikerahkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP).

Sementara Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya, Iche Andriany Liberty mengimbau agar masyarakat menggunakan masker dengan benar. Masker harus benar-benar menutup hidung dan mulut.

“Masker jangan di bawah dagu. Masker harus tutupi hidung dan mulut,” ujar dia.

Apabila hendak makan atau wudhu, masker pun harus benar-benar dilepaskan atau jangan lantas ditarik ke bawah dagu karena jika terjadi terpaan droplet atau lainnya bisa saja menyangkut ke masker.

Jadi bila harus melepas sebentar, lepas yang benar, jangan di dagu, kata dia.

Teks /Editor : Antara/Asih

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait