WAMEN ESDM Groundbreaking Proyek Pipa gas Grisik-Pusri

 Swarnanews.co.id | Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, Arcandra Tahar meresmikan pembangunan pipa gas bumi Grissik-PUSRI di komplek PT Pupuk Sriwijaya (PUSRI) Palembang, Selasa (29/8/2017).

Arcandra Tahar tiba di lokasi groundbreaking di Pusri  Palembang, pukul 15.00 WIB,  Ia didampingi Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex, Wali Kota Palembang Harnojoyo, serta Direktur Utama PT. Pertamina Gas Suko Hartono.

Pipa Gas Grissik – PUSRI akan dibangun sepanjang 176 km dengan diameter 20 inchi. hulu gas bumi  dimulai dari Grissik Gas Plant ConocoPhillips (COPI) di Kabupaten Musi Banyuasin hingga ke Plant PUSRI di Kota Palembang. Pipa Grissik-PUSRI akan mengalirkan gas ke PUSRI sebesar 30 MMSCFD pada 2018 sebagai early gas. Selanjutnya, gas yang dipasok bertambah menjadi 70 MMSCFD pada 2019.

Wakil Menteri ESDM RI, Arcandra Tahar mengatakan, proyek tersebut merupakan bagian dari program pemerintah dalam rangka mewujudkan energi berkeadilan dengan dimensi yakni adil bagi masyarakat dan adil bagi pengusaha.

“Adil bagi pengusaha yakni dalam hal ini PT. Pertamina Gas serta dengan melihat peran pemerintah daerah dan dukungan semua pihak termasuk PT. Pusri sebagai pengguna dari gas tersebut. Gas ini akan digunakan untuk produksi pupuk yang akan digunakan petani, saat ini sudah sudah dikeluarkan Permendagri yang mengatur berapa besaran dari harga pupuk. Selain itu, akan kita bicarakan bersama dengan semua pihak terkait membahas harga keekonomian yang pas untuk menentukan harga gas tersebut,” ungkapnya.

Sementara, Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex mengatakan, Grissik Gas Plant ConocoPhilips berada di pelosok Kabupaten Musi Banyuasin. Sudah sejak 10 tahun yang lalu Gas dari Kabupaten Musi Banyuasi telah dikirim ke berbagai wilayah seperti pulau Jawa, Batam, dan Singapura.

Ketika masi menjadi Anggota DPR RI, Dodi membantu PT PUSRI yang kekurangan gas untuk produksi pupuk. Ia pun membukakan akses agar cadangan gas terbesar Kabupaten Musi Banyuasin dapat dimanfaatkan PT PUSRI.

Ia berharap keuntungan dari eksploitasi gas dapat membantu pembangunan infrastruktur di Kabupaten Musi Banyuasin. Dan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami siap mendukung progress ini agar berjalan baik, dana bagi hasil jelas kami terima, namun masih banyak tentunya perhitungan yang perlu dipertimbangkan. Mudah-mudahan dapat digunakan untuk pembangunan Kabupaten Musi Banyuasin, termasuk alokasi gas BUMD yang akan mensuplai kebutuhan listrik,” katanya.

Presiden Direktur Pertagas Suko Hartono melanjutkan, pembangunan pipa gas Grissik-PUSRI ditargetkan selesai dalam 11 bulan. Pertagas menunjuk Konsorsium PT Rekayasa Industri dan PT Wahanakarsa Swandiri sebagai kontraktor pelaksana proyek dan menggunakan pipa produksi dalam negeri yaitu dari KHI dan Indal.

“Kami pastikan proyek ini selesai sesuai target dan spesifikasi, sehingga pasokan gas untuk PUSRI dapat segera mengalir,” tutupnya dia. (Al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait