Jangkau daerah Pelosok, BPH MIGAS Dorong PEMKAB Ogan Ilir bangun SUB Penyalur BBM

SWARNANEWSSampai saat ini masih banyak daerah-daerah pedalaman dan terpencil di wilayah Provinsi Sumatera Selatankhusunya ogan ilir yang belum memiliki lembaga penyalur. Alhasil, untuk bisa mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) mereka harus menempuh perjalanan hingga kiloan meter.

Hal ini diungkapkan oleh Sekertaris daerah Ogan Herman mengatakan setidaknya ada tiga kecamatan yang masih kesulitan untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) yakni, Rambang Kuang, Muara Kuang, dan Lubuk Keliat.

“tidak adanya stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di daerah tersebut membuat masyarakat harus menempuh kiloan meter ke SPBU terdekat di daerah tanjung raja” Ungkapnya ketika rapat bersama BPH migas, Pertamina dan Hiswana Selasa ruang rapat bupati Ogan Ilir (26/09/2017.

Untuk mengatasi hal tersebut, anggota Komite BPH Migas Ahmad Rizal Menyampaikan, salah satu fungsi BPH Migas adalah melakukan pengaturan terhadap penyediaan dan pendistribusian BBM di seluruh wilayah NKRI.

BPH Migas telah menerbitkan Peraturan BPH Migas Nomor 6 Tahun 2015 tentang Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu dan Bahan Bakar Minyak Khusus Penugasan pada Daerah yang belum terdapat Penyalur.

“Penyaluran BBM tersebut dilakukan oleh Sub Penyalur yang merupakan perwakilan dari sekelompok Konsumen Pengguna di daerah yang belum terdapat Penyalur dengan kriteria dan wilayah tertentu sebagai solusi dalam menjamin ketersediaan dan pendistribusian Bahan Bakar Minyak di seluruh Wilayah Kesatuan Republik Indonesia,” Ujar Ahmad Rizal

“Sub penyalur itu pengecer legal, dia surat izinnya. Kemudian ditentukan jaraknya, kemudian volumenya juga ada , kemudian dia ada Safety-nya. Ini lagi dibenahi karena benturan dengan presiden dengan BBM Satu Harga,” ujar Ahmad Rizal di ruang rapat Bupati Ogan Ilir

BPH Migas ingin dengan diadakannya sub penyalur tidak ada lagi pengecer-pengecer bensin yang tidak berizin. Seperti pengecer menggunakan botol, pertamini dan sebagainya.

sub penyalur yang berizin nantinya akan diatur margin keuntungannya. Selama ini kan margin yang diambil pengecer didaerah seperti pertamini bisa 2000-3000 rupiah per liter

“Sub penyalur akan membangun daerah dari daerah terpencil dan potensi daerah akan semakin terbuka, sehingga iklim usahadan ekonomi di daerah pelosokakan  berjalan dengan baik”. Ucap Ahmad Rizal

 

Penulis  : Fauzan

Editor    : Sarono

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *