Ratusan Sopir Angkot Palembang Demo tolak Transportasi online

SWARNANEWSRatusan sopir angkot kota Palembang menggelar aksi demo untuk menuntut Pemerintah agar menutup aplikasi transportasi online di kantor Gubernur Sumatera selatan, Rabu (27/9/2017).

Para sopir angkot ini, berkumpul di halaman kantor DPRD Sumatea Selatan (Sumsel), lalu para sopir ini melakukan longmarch menuju ke kantor Gubernur Sumsel dengan pengawalan ketat aparat. mobil angkot yang mereka bawa ditinggalkan di halaman DPRD Sumsel.

Kabag Ops Polresta Palembang Kompol Maruly Pardede mengatakan, dalam mengawal jalannya aksi, Polresta Palembang menurunkan 739 personel gabungan. Personel disebar di beberapa titik kerawanan saat massa menggelar aksi.

“Personel ada 739, yang disebar di beberapa titik rawan, karena aksi hari ini tidak hanya di kantor Gubernur. Ada di Jembatan Ampera, flyoverKertapatih, kantor DPRD Sumsel, dan beberapa titik lain yang menjadi pusat orasi,” katanya

Menurut koordinator aksi (Korak ) H.Maludin dan Koordinator lapangan (Korlap ) Syarifuddin Lubis mengatakan,kehadiran kita disini untuk meminta pemerintah menutup aplikasi transportasi online baik taksi maupun motor karena mengurangi pendapatan sopir angkot

“Kita sebagai angkutan umum harus bersatu dalam satu tujuan yaitu menutup aplikasi online,dalam unjuk rasa ini kita harus tunjukkan kepada aparat kepolisian bahwa kita bisa melakukan aksi ini dengan tertib dan damai.diharapkan kepada rekan-rekan harus tetap kondusif dan jangan ada aksi anarkis maupun sweeping dijalan untuk mencegah tidak terjadinya bentrok. kalau memang kami ingin dituntut lebih sopan dan tertib maka keputusan kami harus ditanggapi oleh pihak pemerintah ini demi memenuhi kebutuhan ekonomi kami karena dari angkutan umum inilah kami bisa mencari nafkah,” katanya.

perwakilan dari massa aksi akhirnya diterima oleh pemerintah Provinsi Sumsel langsung naik ke atas ruang Rapat Sekda Pemprov Sumsel.

Asisten I Pemprov Sumsel Dr.Drs H Ahmad Najib mengatakan, sampai saat ini belum ada titik temu dan keputusannya terkait pemasalahan ini.

“aspirasi massa yang melakukan demo hari ini akan ditindaklanjuti melalui surat yang kami buat untuk dikirimkan pemerintah pusat yaitu kementrian perhubungan selanjutnya kita akan menunggu jawaban balasan dari Kemenhub tentang penutupan aplikasi taksi online kalau bisa dalam waktu dekat kita sudah bisa mendapatkan jawaban dari pihak kementrian perhubungan, bila tidak ada jawaban dari pemerintah pusat yaitu kementrian perhubungan akan di koordinasikan kembali oleh Pemprov Sumsel melalui Gubernur bagaimana kebijakannya nanti,” katanya.

 

Penulis : Fauzan

Editor   : Sarono

 

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait