Keutamaan 10 Muharram, Serta Ibadah yang dianjurkan

SWARNASNEWS | Dahulu Sebelum Islam, Hari Asyura sudah menjadi hari peringatan dimana beberapa orang Mekkah biasanya melakukan puasa.

Ketika Nabi Muhammad melakukan hijrah ke Madinah, ia mengetahui bahwa Yahudi di daerah tersebut berpuasa pada hari Asyura – bisa jadi saat itu merupakan hari besar Yahudi Yom Kippur.

Saat itu, Muhammad menyatakan bahwa Muslim dapat berpuasa pada hari-hari itu.

Hari Asyura merupakan peringatan 9 hal-hal dimana Muslim Sunni percaya terjadi pada tanggal 10 Muharram.

Yakni:

  1. Hari diciptakannya Nabi Adam dan hari tobatnya pula
  2. Berlabuhnya bahtera Nabi Nuh di bukit Judi.
  3. Nabi Idris diangkat ke surga.
  4. Nabi Ibrahim selamat dari apinya Namrudz.
  5. Kesembuhan Nabi Yakub dari kebutaan dan ia dibawa bertemu dengan Nabi Yusuf.
  6. Nabi Musa selamat dari pasukan Fir’aun saat menyeberangi Laut Merah.
  7. Nabi Sulaiman diberikan kerajaan besar dan menguasai bumi.
  8. Nabi Yunus dikeluarkan dari perut paus.
  9. Nabi Isa diangkat ke surga setelah usaha tentara Roma untuk menangkap dan menyalibnya gagal.

Sebagian umat muslim sejak kamis telah mengerjakan puasa Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan yang disunnahkan memperbanyak puasa, boleh di awalnya, pertengahnnya, atau ahirnya.

Namun yang paling utama adalah pada tanggal sepuluhnya yang disebut hari Asyura.

Puasa sepuluh hari di bulan Muharram terutama pada tanggal 10 Muharram dikenal denga istilah Yaumu Asyura, yang artinya hari pada tanggal kesepuluh bulan Muharram.

Hari Asyura yang jatuh pada tanggal 10 bulan Muharram memiliki banyak keistimewaan dan menjadi salah satu bulan mulia dari empat bulan haram atau dengan kata lain bulan yang disucikan.

Allah Ta’ala berfirman, “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan (yang telah ditetapkan) di dalam kitab Allah sejak menciptakan langit dan bumi. Di antara 12 bulan tersebut terdapat 4 bulan yang suci. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian pada bulan-bulan (suci) tersebut.” (QS. At Taubah : 36)

Dan pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura inilah Rasulullah mengajarkan umatnya untuk berpuasa atau dikenal dengan shaum Asyura.

Selain berpuasa ada beberapa amalan lainnya yang jika dikerjakan mendatangkan pahal yang berlimpah

  1. Melaksanakan Shalat sunnah yang paling utama shalat Tasbih,
  2. Melakukan Puasa Sunnah, berikut tanggal 9 Muharram-nya, dan paling utama 10 hari, dari tanggal 1 s/d 10 Muharram
  3. Melakukan Sodaqoh,
  4. Melapangkan nafkah untuk keluarga seperti pada anak dan istri
  5. Melakukan Mandi Sunnah,
  6. Melakukan kunjungan pada Alim Ulama yang soleh,
  7. Menengok orang yang sedang sakit,
  8. Mengusap kepala yatim, artinya memberi kasih sayang seperti dengan menyantuni mereka,
  9. Memuliakan Fakir Miskin
  10. Menahan Emosi dan Amarah
  11. Memakai celak mata,
  12. Menggunting kuku,
  13. Membaca surat Al-Ikhlas seribu kali,
  14. Melakukan silaturrahmi terutama kepada saudara dan keluarga, sama seperti pada hari raya.

Melakukan Puasa asyuro dapat menghapus dosa selama setahun, sementara amalan lain apabila dijalankan akan mendapatkan pahala yang sangat berlimpah.

Penulis : Fauzan

Editor   : Sarono

Sumber  : diolah dari Berbagai Sumber

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *