Musirawas Wakili Sumatera Masuk Nominator 10 Besar Penilaian IGA 2017

SWARNANEWS.CO.ID  MUSI RAWAS |Kabupaten Musi Rawas masuk nominator 10 besar nasional penilaian dan penghargaan Innovative Government Award (IGA) 2017 dari Kementerian Dalam Negeri RI.

Boleh dikatakan, Kabupaten Musirawas mewakili pulau Sumatera, untuk bersaing dengan sembilan kabupaten lainnya di Indonesia, menjadi kabupaten terbaik.

Karena dari pulau Sumatera, hanya Kabupaten Musirawasyang masuk dalam 10 besar nominasi IGA. Untuk mendapatkan predikat terbaik se Indonesia, Bupati Musirawas Hendra Gunawan akan melakukan pemaparan di Kemendagri, pada Senin (30/10/2017).

Terpilihnya Kabupaten Musirawas masuk dalam 10 nominator IGA 2017 merupakan prestasi tersendiri bagi kabupaten yang masih menyandang predikat sebagai kabupaten tertinggal ini.

Sebab, ditengah keterbatasan yang ada, mampu bersaing dengan daerah lainnya di Indonesia. Musirawas akan bersaing dengan tujuh kabupaten lainnya dari pulau Jawa, yaitu Kabupaten Malang, Bogor, Boyolali, Madiun, Lebak, Gresik dan Sleman ditambah dua kabupaten dari pulau Sulawesi yakni Kabupaten Bantaeng dan Pinrang.

“Alhamdulillah, Musirawas terpilih sebagai 10 nominator peraih penghargaan Innovative Government Award 2017. Ini adalah kebanggaan bersama dan prestasi seluruh masyarakat Musirawas. Karena daerah yang terpilih dan menjadi pesaing kita bisa dikatakan daerah unggulan dengan berbagai prestasi tingkat nasional hingga internasional. Sedangkan kita, masih menyandang predikat kabupaten tertinggal. Untuk itu mohon do’a restu dari seluruh rakyat Musirawas dan semua jajaran pemerintahan, semoga kita terpilih menjadi yang terbaik,” ujar Bupati Musirawas Hendra Gunawan.

Sementara Kepala Bappeda Musirawas Suharto Patih menjelaskan, penilaian dan penghargaan terhadap pemerintah daerah inovatif ini diberikan kepada daerah propinsi dan kabupaten/kota yang telah berhasil melakukan inovasi daerah.

Antara lain meliputi inovasi tata kelola pemerintahan daerah, pelayanan publik dan inovasi daerah lainnya sesuai bidang urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.

“Kita memiliki puluhan inovasi yang sudah dilaksanakan. Namun mengingat ada batasan maka hanya lima inovasi yang akan dipaparkan pak bupati secara terperinci dalam waktu 75 menit, dihadapan tim penilai,” katanya.

Lima inovasi itu antara lain, yang pertama dibidang pelayanan publik kependudukan. Seperti program pelayanan administrasi jemput bola, pelaksanaan pilkades sistem elektronik voting (e-voting) serentak.

Di bidang kesehatan ada inovasi gerakan Mura Sempurna Sehat dan juga program jambanisasi (jamban sehat).

Di bidang keagamaan ada program Mura Sempurna Cinta Al Qu’an, Memakmurkan Masjid, Gemar Bersodaqoh dan penerapan Kurikulum Darusalam di sekolah.

Adapun inovasi daerah lainnya sesuai dengan kewenangan daerah, ada dua inovasi yang dipilih untuk dipaparkan.

Yaitu inovasi kampung hijau, meliputi padi organik, kampung manis dan gerakan tanam (Gertam) cabai.

Kemudian inovasi di bidang kewirausahaan dan UKM dengan unggulan program Rumah Lele dan Kopi Selangit.

Editor: Sarono PS

Sumber: Sripo.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait