Subhanallah! Kapolsek Lubuklinggau Barat Bangun Sebuah Musala. Alasannya Bikin Haru

SWARNANEWS.CO.ID LUBUKLINGGAU |Bermula dari sulitnya mencari tempat untuk beribadah di sekitar wilayah polsek, Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Sofian Hadi berinisiatif membangun musala di lahan parkiran polsek setempat.

Ide tersebut ia realisasikan. Dengan memakan waktu sekitar dua bulan lamanya, musala berhasil didirikan dan kini sudah dapat digunakan sebagai tempat beribadah.

“Awalnya kita di Polsek Linggau Barat kesulitan mencari tempat ibadah di sekitar polsek. Maka kemudian kami berinisiatif membangun tempat ibadah dengan memanfaatkan lahan parkir yang ada agar anggota dan masyarakat sekitar dapat beribadah di tempat yang layak dan tepat waktu,” tutur Kapolres Lubuklinggau AKBP Hajat Mabrur Bujangga melalui Kapolsek Lubuklinggau Barat Iptu Sofian Hadi, Rabu (27/9/2017).

Setelah ide tersebut direalisasikan, ternyata disambut antusias oleh anggota dan masyarakat.

Cukup banyak juga anggota dan masyarakat sekitar yang ingin turut berpartisipasi dalam membangun musala tersebut.

Seperti membantu bahan material semen serta bahan-bahan yang diperlukan lainnya.

Hasilnya, musala berhasil dibangun dalam kurun waktu selama sekitar dua bulan.

Saat ini, musala tersebut sudah dapat dimanfaatkan sebagai tempat ibadah, meski belum memiliki fasilitas yang lengkap.

Tak hanya anggota saja, masyarakat sekitar juga memanfaatkan musala berukuran 6×7 meter persegi tersebut sebagai tempat ibadah.

“Alhamdulillah, dengan niat tulus kita semua, musala ini dapat diselesaikan dalam waktu sekitar dua bulan. Sekarang sudah dapat digunakan, meskipun fasilitasnya masih seadanya. Pada Jumat (22/9/2017) pertama kemarin, sudah banyak anggota dan masyarakat yang salat di sini,” ujar Iptu Sofian Hadi.

Dikatakan, musala tersebut juga dapat dimanfaatkan oleh anak-anak masyarakat di sekitar Polsek Lubuklinggau Barat untuk belajar agama.

Seperti belajar tata cara salat yang baik dan benar, mengaji, hafalan doa-doa pendek dan ilmu agama lainnya.

Guru mengajinya atau ustadznya adalah anggota polsek yang memang memiliki kecakapan di bidang agama. Selain itu, pihaknya kedepan juga sudah merencanakan untuk mewajibkan setiap anggota bhabinkamtibmas pandai dalam pengurusan jenazah.

Mulai dari cara mengkafani, memandikan hingga menyolatkan jenazah.

Sehingga saat terjun di masyarakat, anggota dapat memberikan pembelajaran kepada masyarakat bagaimana cara mengurus jenazah dengan baik sesuai dengan ajaran agama.

“Sebelum terjun dan memberikan materi langsung ke masyarakat, anggota bhabinkamtibnas akan kita berikan pelatihan terlebih dahulu, supaya nanti saat sudah membaur dengan masyarakat sudah pandai dan dapat memberikan pemahaman dan pembelajaran kepada masyarakat,” katanya.

Ditambahkan, upaya yang dilakukannya untuk mendekatkan anggota dengan ajaran agama ini, agar anggota tidak melakukan tindakan yang melenceng dari norma-norma agama yang ada. Selain itu, dengan memiliki bekal agama yang cukup, maka masyarakat akan memandang anggota polri secara lebih bijaksana.

Editor: Sarono PS

Sumber Sripo.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *