DKP akui pengawasan penyaluran beras sejahtera lemah

SWARNANEWS.CO.ID BATURAJA Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan mengakui terkait pengawasan dalam penyaluran beras sejahtera ditingkat kecamatan masih lemah sehingga masih banyak beras berkualitas jelek yang diterima masyarakat.

“Masih banyaknya terdapat beras sejahtera dengan kualitas jelek yang diterima masyarakat karena pengawasan di tingkat kecamatan dinilai masih lemah,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Ogan Komering Ulu (OKU), Jhon Herly di Baturaja, Kamis.

Dia mengatakan, jika pengawasan lebih ketat dilakukan setiap kecamatan saat menerima penyaluran dari Bulog OKU maka beras yang diterima oleh Rumah Tangga Sasaran (RTS) tentunya layak dikonsumsi.

“Seharusnya saat beras sejahtera diterima pihak kecamatan bisa langsung mengeceknya menggunakan gancu,” katanya.

Jika saat pengecekan ditemukan beras tidak layak dikonsumsi, kata dia, pihak kecamatan berhak menolak bantuan tersebut dan bisa ditukar dengan kwalitas bagus kepada Bulog setempat.

“Kalau pengawasan ketat dilakukan kecamatan saya kira persoalan kualitas beras jelek dapat dihindari. Karena jika sudah ditebus oleh RTS tentunya sangat repot untuk menukarkannya kembali,” jelasnya.

Menurut dia, peran pemerintah kecamatan sangat penting sebagai penyambung tangan masyarakat dalam realisasi penerima bantuan beras dari pemerintah pusat tersebut.

Sebab kata dia, beras sejahtera diorder atau ditebus oleh RTS di seluruh desa ke pihak kecamatan sehingga peran instansi itu sangat vital dalam mengawasi pendistribusiannya kepada masyarakat penerima bantuan tersebut.

“Namun sayangnya dalam hal ini kami tidak punya kapasitas untuk menegur pihak kecamatan apalagi memberikan sanksi. Tinggal kesadaran masing-masing dalam menjalankan tugas,” kata dia.

Selain persoalan kualitas beras sejahtera, lanjut dia, pihaknya saat ini terus berupaya menekankan soal jumlah dan ketentuan RTS di wilayah itu yang juga masih terdapat penyaluran tidak tepat sasaran.

“Hal tersebut dikarenakan masih ada warga penerima RTS yang sudah tidak bermukim di lokasi sebelumnya. Nah ke depan persoalan ini yang harus dibenahi dalam penyalurannya,” ujarnya.

Editor:  Sarono PS

Sumber: Antara

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait