Mawardi Yahya Terobsesi Membangun Sumsel

SWARNANEWS | PALEMBANG- Namanya tak asing lagi bagi masyarakat Sumsel,  Mawardi Yahya seorang pemikir, merakyat, pemimpin sejati, visioner, pioner, ahli strategi, serta kemampuan entrepreneurnya menjadikan dia  pengusaha yang gigih, tokoh masyarakat, sekaligus  politikus.
Suami dari Hj Fauziah Mawardi ini dilahirkan di Desa Sukaraja Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir,  2 Maret 1958. Dia tumbuh dan ditempa dari lingkungan keluarga yang di siplin, orang tuanya bernama Haji Yahya merupakan seorang Kerio (Kades) dan terkenal dengan kebijakannya yang berpihak kepada masyarakat.
Perjalanan karier politiknya beranjak dari bawah di tahun 1990an sebagai kader biasa di Partai Golongan Karya (Golkar),ia dua kali terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) pada pemilihan Legislatif  (Pileg) tahun 1999 dan 2004 di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).Ia juga menjabat sebagai Ketua DPRD OKI Periode 1999 -2004.
Pada pileg tahun 2004 Mawardi  terpilih kembali menjadi anggota DPRD OKI bertepatan dengan mekarnya Kabupaten OI, ia memilih Hijriah ke OI dan duduk kembali sebagai Ketua DPRD Kabupaten OI, baru satu tahun menjabat Ketua DPRD, ia ikut dalam Pemilihan Kepala Daerah yang di pilih secara langsung oleh rakyat  terpilih dan dilantik l 22 Agustus 2005 menjadi bupati pertama Kabupaten Ogan Ilir hingga 7 Agustus 2015.
Berpenampilan sederhana dengan rambut putihnya menjadi ciri khas  Mawardi Yahya pada saat menjadi orang nomor satu di Bumi Caram Seguguk.
OIr sendiri merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 18 Desember 2003 yang dipelopori  oleh Mawardi Yahya sebagai presidium pemekaran Kabupaten Ogan Ilir.
Dalam perjalanan memimpin Kabupaten Ogan Ilir selama dua periode, Mawardi juga didaulat menjadi Ketua DPD Partai Golkar Ogan Ilir,dengan memegang tampuk pimpinan partai dan bupati tidak menjadikan Mawardi jauh dari rakyatnya.
Pemerataan pembangunan dan kemajuan Ogan Ilir menjadi suatu keharusan bagi dirinya, bahkan  prioritas sendiri. Untuk mencapai pemerataan Mawardi memposisikan dirinya sebagaimana orang tua kepada anak-anaknya agar 241 desa maju pesat.
Banyak pencapaian yang diperoleh Mawardi Yahya pada saat menjabat diantaranya membuka jalan baru sepanjang 400 kilometer, pemekaran kecamatan dari 6 menjadi 16 kecamatan, pembangunan satu desa satu PAUD. Bahkan pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan terus dilakukan,selain itu fasilitas listrik desa, ekonomi kerakyatan yang menggeliat, lapangan pekerjaan terbuka, penataan perkotaan seperti di Inderalaya,Tanjungraja.
Tak hanya itu di bidang administrasi pemerintahan dari 6 kecamatan kini menjadi 16 kecamatan tujuannya guna mendekatkan optimalisasi pelayanan kepada masyarakat, begitupun bidang pendidikan kesehatan dan sebagainya.
Mawardi sosok yang  visioner, pioner, pemimpin mumpuni. Karena sejak dipimpin Mawardi Yahya adalah sesuatu yang nyata dan tidak rekayasa bisa dibandingkan OI dahulu dengan sekarang, besar sekali perbedaannya.
Banyak hal yang di capainya selain pembangunan infrastruktur yang dilakukannya, pembangunan kesehatan terus diperhatikan seperti adanya puskesmas di tiap kecamatan bahkan puskesdas, ditambahnya tenaga medis, dokter, bidan, perawat bahkan fasilitas RSUD OI terus ditingkatkan dengan memperbanyak dokter spesialis dan bisa melakukan beberapa operasi bedah.
Selain pembangunan sekolah, pelatihan dan kesejahteraan untuk guru terus menjadi perhatian dijamannya. Bahkan dibidang agama seperti pembangunan mushola, masjid, pesantren, peningkatan kesejahteraan ustad dan ustadzah terus dilakukan guna terus mempertahankan Bumi Caram Seguguk sebagai kota santri dan sebagainya. Bahkan karya terbarunya tak bisa ditutupi  Kantor Pusat Terpadu (KPT)  Tanjung Senai sebuah kompleks perkantoran mewah.
Dibangun di lahan seluas puluhan hektar, menghadirkan pemandangan alam yang indah dan gratis disantap setiap saat. Saat siang hari masyarakat seperti merasakan berada di dalam “kota lain” yang penuh kemegahan, saat sore hari nikmatnya “sunset” dari atas jembatan membuat sejuk mata memandang
Di akhir kepemimpinan Mawardi  sebagai Bupati Kabupaten Ogan Ilir (OI), Pemerintah Kabupaten OI meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dalam laporan pengelolaan keuangan dan asset pemerintah daerah tahun anggaran 2014 oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sumsel.
Teks: Fauzan
Editor: Sarono PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait