Direksi BUMD harus profesional kelola perusahaan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Komisi III DPRD Sumatera Selatan meminta seluruh jajaran direksi pada BUMD milik pemerintah provinsi setempat harus fokus dan profesional dalam mengelola perusahaan masing-masing.

Juru bicara Komisi III DPRD Sumatera Selatan M Ardhani Awam di Palembang, Senin menyampaikan hal itu terkait pembahasan dan penelitian komisi terhadap rancangan APBD Sumsel tahun 2018.

Menurut dia, selain itu fokus dan profesional juga dalam upaya pencapaian target pendapatan, efisiensi dan peningkatan daya saing harus menjadi komitmen kuat seluruh elemen perusahaan.

Komisi III juga meminta Pemprov dalam hal ini BPKAD selaku PPKD melakukan monitoring dan pengawasan ketat terhadap investasi pada BUMD terutama terhadap kesesuaian antara investasi dan deviden yang disetor ke kas daerah, katanya.

Ia mengatakan, PT Bank Sumsel Babel berkaitan dengan ratio BOPO (biaya operasional terhadap pendapatan operasional) yang masih cukup tinggi (diatas 75 persen).  Komisi III mengharapkan agar terus dilakukan efisiensi terhadap biaya operasional usaha sehingga laba bersih operasional akan meningkat.

Salah satu indikator kesehatan kualitas aset bank NPL yang digunakan adalah NPL neto yaitu NPL yang telah disesuaikan, penilaian kualitas aset merupakan penilaian terhadap kondisi aset bank dan kecukupan manajemen resiko kredit.

Komisi III menilai tingkat kesehatan PT Bank Sumsel Babel masih tergolong sehat dilihat dari NPL (dibawah lima persen), ujarnya.

Sementara lanjutnya, kinerja PT BPR Sumsel pada tahun 2017 bila dilihat dari ratio keuangan khususnya rasio NPL menunjukkan angka yang kurang sehat yaitu di level 64,61 persen sementara presentase maksimal sebagaimana ketentuan BI/OJK adalah 5,00 persen.

Komisi III mengharapkan jajaran management PT BPR Sumsel segera melakukan langkah-langkah untuk menurunkan NPL dengan cara memaksimalkan kerja tim satuan kredit khusus (SKK) untuk menangani kredit bermasalah.

Kemudian penambahan anggota tim penagihan dan satuan kerja khusus dan melakukan ekspensi kredit dengan prinsip kehati-hatian, katanya.

Editor: Sarono PS

Sumber: Antara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *