272 SPBU Diminta Jual Gas, Pertamina Tambah Pasokan 760 ribu Tabung

SWARNANEWS.CO.ID PALEMBANG – Antisipasi meningkatnya permintaan. PT Pertamina MOR II menambah pasokan gas LPG 3 kg hingga 1, 5 juta tabung. Angka itu naik 16 persen dari alokasi normal. Meski begitu, Pertamina menampik penambahan karena kelangkaan. Melainkan, memperbanyak stok agar masyarakat tenang.

“Khusus di Sumsel ada penambahan stok gas LPG hingga 760 ribu tabung,“ General Manager Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, Erwin Hiswanto saat media briefing di SPBU KM 7, kemarin.

Walau mengakui ada keterlambatan, dia menuturkan jika pasokan gas ini aman diseluruh wilayah. Bahkan, pihaknya telah melakukan operasi pasar di kawasan Sukabangun, tidak ada antrian panjang Dari 560 tabung, yang terjual 270 tabung yang terjual. “Jadi tidak ada pembatasan,” tegas Erwin.

Selain itu, pihaknya juga menugaskan 272 SPBU menyediakan outlet penjualan gas. “Khusus Sumsel disiagakan 22 SPBU yang tak hanya menjual gas 3 kg, tetapi juga varian 5,5 kg dan 12 kg,” sebutnya, jelang akhir tahun dan natal, pihaknya membentuk satuan penugasan BBM dan LPG Satgas ini bertugas sejak 11 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018.

Sementara, Harga pangan berpotensi naik jelang Natal dan Tahun Baru 2018. Mengantisipasi hal itu, Perum Bulog Divre Sumsel Babel bersama Dinas Perdagangan Sumsel akan menggelar operasi pasar (OP) ke sejumlah titik pasar mulai 11-31 Desember.

Baca Juga :  Pembacok Paman ini Ditangkap di Kebun Mertua

“Kami memastikan stok pangan aman. Juga tidak boleh ada inflasi. Harus stabil, bila perlu deflasi,” ujar Kapolda Irjen Pol Zulkarnain Adinegara, usai rapat koordinasi dengan Perum Bulog Divre Sumsel, Dinas Perdagangan Sumsel, Satgas Pangan, dan Tim TPID Provinsi Sumsel, di Mapolda Sumsel, kemarin.

Ada 11 bahan pokok strategis yang selalu dipantau di Sumsel. Di antaranya beras, gula pasir, minyak goreng, dan lainnya. Seperti Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium Rp9.500 per kg, terpantau ada yang naik dan turun. Di Kabupaten OI, beras medium Rp7.500 per kg, sedangkan Muara Enim Rp12.000 per kg. “Selagi masih batas wajar, tidak masalah. Namun, jika tidak wajar dan ada permainan spekulan, akan kami tindak tegas,” ucapnya.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel Bakhtiar AS mengatakan, titik fokus OP adalah pasar yang menjadi titik pasar pencatatan BPS. Seperti Pasar Lemabang, Cinde, 16 Ilir, dan Palimo. Beras premium akan dijual Rp8.100 per kg. ”Permintaan beras jelang Natal dan tahun baru tidak terlalu tinggi dibandingkan saat Idulfitri. Stok beras tersedia sekitar 20 ribu sampai 24 ribu ton. Jadi, tetap aman,” katanya.

Kepala Dinas Perdagagan Provinsi Sumsel Agus Yudiantoro menambahkan, OP dilakukan untuk menjaga kenaikan harga pangan dan inflasi. “Sejauh ini, belum ada kenaikan harga pangan, tapi kami dan seluruh pihak terkait siap mengantisipasi ini. Stok pangan yang tersedia cukup banyak. Jadi, tidak ada masalah untuk beras, gula, dan sembako lain,” klaimnya.

Sumber : sumeks.co.id

Editor : Reni

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *