Warga Keluhkan LPG 3 Kg Langka dan Mahal

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Konsumsi penggunaan elpiji ukuran 3 kilogram terus  mengalami peningkatan termasuk menjelang akhir tahun 2017 ini. Tak heran bila beberapa hari terakhir tabung elpiji melon itu itu agak susah didapat di Indaralaya Utara termasuk di Perumahan Permata. Dalam kurun waktu  terakhir, harga gas elpiji melon 3kg melonjak. Jika sebelumnya para pangkalan pengecer di warung biasa menjual di harga Rp20 ribu kini naik menjadi – Rp23 ribu.

“Kebetulan tabung gas 3kg di rumah sudah habis. Saat hendak mencari pangkalan yang menjual gas 3kg, saya sempat terkejut dengan harga jualnya yang sudah mencapai Rp23 ribu,” sebut Neli Eponi seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Permata.

Diakui Neli, dengan harga yang tinggi tersebut dirinya terpaksa menukarkan tabung 3kg sudah kosong dengan yang berisi, ketimbang tidak memakai gas untuk keperluan memasak di dapur. “Sudah muter-muter keliling warung, tapi baru dapat ini. Makanya, daripada tidak dapat sama sekali, meski harganya sedikit mahal tetap saja kita beli ketimbang tidak ada barangnya,” keluhnya.

Keluhan serupa juga diutarakan Ratna Dewi. Istri dari Kopli ini mengeluhkan susahnya mendapatkan gas elpiji 3 kg.

Menanggapi hal itu Field Marketing Retail Manager PT Pertamina MOR II, Putut Andriatno kepada Swarnanews mengatakan, adanya kenaikan harga di tingkat pengecer tersebut sudah bukan wewenangnya untuk mengambil tindakan.

“Kami hanya bisa  memperingatkan para agen dan pangkalan untuk tidak menjual gas elpiji non subsidi lebih mahal dari ketentuan,” ujarnya di sela-sela menerima kunjungan tim BPH migas yang dipimpin oleh anggota Komite Ir. H Ahmad Rizal, MH FCBArb, Minggu (24/12).

Putut Andrianto  yang didampingi Kepala Depot Pertamina Kertapati Hery Santika menekankan kepada agen dan pangkalan, jangan menjualnya melebihi dari kenaikan harga itu.

Dia menegaskan Pertamina memang tidak berwenang untuk menindaklangsung pangkalan atau pengecer dalam pelanggaran harga penjualan gas elpiji, baik subsidi maupun non subsidi. Namun bila tetap membandel Pertamina dapat menindak pangkalan melalui agen. Yakni dengan mempengaruhi ketersediaan stok elpiji yang dimiliki pangkalan melalui agen. “Kalau ada pangkalan yang bandel, stok elpiji agen yang menaunginya bisa kami potong itu tentunya akan memangkas stok pangkalan yang bersangkutan,” tegasnya.

Teks/Editor: Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *