BPH Migas Pastikan VIVO Tak Salurkan BBM Subsidi

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA |Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyebutkan, PT Vivo Energy Indonesia belum bisa terlibat dalam penugasan badan usaha pelaksana penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan tahun ini.

Kepala BPH Migas M Fanshurullah Asa mengatakan, badan usaha yang mendapat tugas tersebut PT AKR Corporindo dan PT Pertamina selama lima tahun ke depan sampai 2022.

“Vivo belum melaksanakan penugasan BBM baik subsidi atau JBKP (janis BBM khusus penugasan),” kata Fanshurullah di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (8/1/2018).
Fanshurullah menuturkan, jika ada badan usaha lain yang ingin terlibat dalam program penugasan badan usaha pelaksana penyediaan dan pendistribusian jenis BBM tertentu dan jenis BBM khusus penugasan, maka harus mengajukan persyaratan pada akhir 2018.

“Jadi kalau ada lembaga di luar dua tadi yang ingin melakukan pendistribusian BBM untuk mengajukan di akhir 2018. Kalau memenuhi, kami akan putuskan untuk mendapatkan penugasan,” ungkap dia.

Lebih lanjut Fanshurullah mengatakan, Vivo Energy Indonesia saat ini belum menjual BBM jenis penugasan maupun BBM tertenu, melainkan baru jenis BBM umum.

“Tapi kalau nanti mereka minta di wilayah 3T menjual BBM penugasan solar atau premium ya silahkan. Kita membuka seluas-luasnya baik dari pihak swasta mau mendaftar ke BPH itu nanti kita lihat. Untuk juga nanti kita tugaskan di wilayah mana saja di 3T,” tutup dia.

Editor: Sarono PS

Sumber: Detikfinance

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 komentar

  1. This is the right web site for anybody who wishes to find out about this topic. You understand so much its almost hard to argue with you (not that I actually would want toHaHa). You definitely put a new spin on a topic that has been written about for decades. Great stuff, just great!

  2. One of the leading academic and scientific-research centers of the Belarus. There are 12 Faculties at the University, 2 scientific and research institutes. Higher education in 35 specialities of the 1st degree of education and 22 specialities.