ACT Salurkan Bantuan Pangan untuk Penderita Gizi Buruk Asmat

SWARNANEWS.CO.ID, AGATS | Tim Emergency Response ACT berhasil menyalurkan bantuan pangan di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua. Bantuan ini sebagai bentuk respon cepat atas kejadian luar biasa (KLB) campak dan gizi buruk yang melanda beberapa distrik di wilayah Indonesia timur tersebut

Bantuan pangan berupa beras dan biskuit susu tersebut diserahkan secara simbolis kepada pemerintah setempat di Posko Utama Penanganan KLB Campak dan Gizi Buruk Distrik Agats, Asmat, Ahad (21/1) kemarin.
Anggota Tim Emergency Response ACT, Nurjannatunaim mengatakan, bantuan beras yang diberikan akan dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur umum yang berada di Posko Utama Penanganan KLB Campak dan Gizi Buruk Distrik Agats.
Tim Emergency Response ACT berhasil menyalurkan bantuan pangan di Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua.

ACT membantu menyediakan beras dan biskuit untuk kebutuhan dapur umum di posko utama yang ada di Distrik Agats. Kami bekerja sama dengan pemerintah setempat untuk membagikan paket pangan siap santap bagi pasien campak dan gizi buruk dan keluarga yang menunggu mereka di RSUD Asmat, ujar Nur dalam kerangan tertulis yang diterima, Senin (22/1).

Hingga Sabtu (20/1), RSUD Asmat mencatat setidaknya ada lima pasien campak dan 29 pasien gizi buruk yang menjalani rawat inap. Tim Emergency Response ACT juga akan bergegas menjangkau distrik-distrik di Kabupaten Asmat untuk mendistribusikan bantuan langsung pada Senin (22/1) hari ini.
Untuk menjangkau setiap distrik yang ada di Kabupaten Asmat, tim harus menempuh perjalanan selama dua jam melalui jalur perairan. Untuk menuju ke distrik-distrik di Asmat, kami harus menggunakan speed boat dengan lama perjalanan sekitar dua jam. InsyaAllah kami akan membagikan paket gizi untuk anak-anak penderita gizi buruk dan campak hari Senin. Mohon doanya, ucap Nur.
Sementara itu, Ketua Tim Posko Kesehatan KLB Campak dan Gizi Buruk Kabupaten Asmat, Septian Herpriyono mendata, ada lebih dari 500 anak di Kabupaten Asmat yang menderita campak dan gizi buruk. Angka tersebut ia dapatkan setelah menerjunkan tim kesehatan gabungan di seluruh distrik yang ada di Kabupaten Asmat.
Jika ditotal, sampai Sabtu (20/1), ada 586 anak yang menderita campak dan 57 anak menderita gizi buruk. Sementara itu, timnya juga mencatat empat anak yang menderita campak sekaligus gizi buruk. Korban jiwa pun sudah mencapai 67 orang. Mereka tersebar di 11 distrik yang ada di Kabupaten Asmat.
“Seluruh tim kesehatan kami sudah memberikan penanganan medis bagi penderita, seperti pemberian vaksin campak, obat-obatan, dan asupan gizi,” kata Septian.
editor : Sarono ps
sumber : republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. Hey! I know this is somewhat off-topic but I had to ask. Does operating a well-established blog like yours take a lot of work? I’m completely new to writing a blog but I do write in my diary everyday. I’d like to start a blog so I will be able to share my experience and thoughts online. Please let me know if you have any ideas or tips for new aspiring bloggers. Appreciate it!

  2. Can I simply say what a relief to find somebody that truly knows what they’re talking about on the internet. You definitely understand how to bring an issue to light and make it important. More people should read this and understand this side of the story. I can’t believe you aren’t more popular because you surely have the gift.

  3. Do you mind if I quote a couple of your posts as long as I provide credit and sources back to your webpage? My blog site is in the very same area of interest as yours and my visitors would truly benefit from a lot of the information you present here. Please let me know if this okay with you. Many thanks!