BANI Palembang: Peran Arbitrase Makin Signifikan di Masa Depan

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Perkembangan waktu dan berbagai keadaan menunjukan fungsi dan peran Arbitase makin signifikan di masa depan. Sebab Arbitrase yang merupakan suatu bentuk penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang popular di kalangan bisnis makin banyak dibutuhkan.

Pernyataan tersebut dikemukakan Ketua Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Palembang Prof. Dr. H Joni Emirzon SH, MHum, FCBarb pada sosialisasi di kalangan wartawan di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (20/1).

Hadir pada kesempatan itu Hakim Arbitrase Ir. H. Ahmad Rizal, SH, MH., FCBArb dan Bambang Hariyanto SH MH. FCBarb

Joni pada kesempatan itu memaparkan pengaturan arbitrase menurut Hukum di Indonesia diatur dalam UU Nomor 30 tahun 1999 tentang Arbitrase dan alternative penyelesaian sengketa (APS).

Sedangkan obyek pengaturan sesuai dengan pasal 2 Undang-undang ini mengatur penyelesaian sengketa atau beda pendapat antar para pihak dalam suatu hubungan hukum tertentu yang telah mengadakan perjanjian arbitrase yang secara tegas menyatakan bahwa semua sengketa atau beda pendapat yang timbul atau yang mungkin timbul darui hubungan hukum tersebut akan diselesaikan dengan cara arbitrase atau melalui APS.

Menambahkan uraian Joni,  Bambang Hariyanto mengemukakan, sebagai langkah untuk terus mengenalkan Arbitrase  BANI Palembang terus  mensosialisasikan arbitrase agar lebih banyak dikenal oleh pelaku usaha dan bisa memanfaatkan badan penyelesaian sengketa ini.

Sebab Arbitrase adalah badan penyelesaian sengketa bisnis yang sudah lama dibentuk di Indonesia dan memiliki enam cabang di seluruh Indonesia termasuk di Sumsel.

“Bahkan kini posisi Arbitrase makin dibutuhkan karena sengketa bisnis juga banyak yang menyangkut konstruksi, sengketa di bisnis IT dan lainnnya,” ujar pengacara senior ini.

Senada dengan hal tersebut Ahmad Rizal salah seorang Arbiter yang juga hadir pada kesempatan itu  mengemukakan,  selama ini pelaku bisnis lebih enggan mengajukan penyelesaian sengketa bisnis di pengadilan karena penyelesian sengketa di pengadilan memakan waktu lama bisa sampai lima tahunan. Kemudian  sifatnya terbuka sehingga diketahui  banyak pihak dan bukan tidak mungkin menimbulkan  konflik baru, tidak memiliki kepastian hukum, biayanya tidak terukur.

“Itulah kelemahan di pengadilan yang menjadikan para pelaku bisnis enggan menempuh jalur hukum di pengadilan,” ujarnya.

Sementara itu jika penyelesaian sengketa di Arbitrase biaya lebih terukur, kepastian hukum lebih cepat karena kasus sudah harus selesai dalam waktu kurang dari 180 hari atau minimal enam bulan.

Sifat penyelesaian sengketa juga tertutup sehingga rahasia perusahaan terjamin karena tidak boleh dipublikasikan, tambah pria yang juga anggota BPH Migas ini.

Menanggapi pertanyaan-pertanyaan yang muncul dari para wartawan, Rizal mengemukakan,putusan Arbitrase sifatnya mutlak, final dan mengikat dan tidak bisa diganggu gugat. Tidak bisa dilakukan banding atau peninjauan ulang.

Bahkan pengadilan pun tidak bisa memutuskan ulang perkara dan kalaupun diajukan kembali perkaranya di pengadilan maka pengadilan harus menolak pengajuan sengketa tersebut.

“Kami ingin mengajak pengusaha cerdas dalam melindungi usahanya sehingga jika ada sengketa tidak perlu khawatir karena ada solusi penyelesaiannya,” jelas Rizal lagi.

Sedangkan berkaitan dengan sengketa di bidang konstruksi menurutnya dapat terjadi berkaitan dengan pra kontrak, saat pengerjaan hingga bangunan selesai.Pada ketiga momen itu memungkinkan terjadinya sengketa.

Untuk itu ke depan pihaknya juga akan mengumpulkan pada pelaku jasa kontruksi baik berkaitan bangunan, jalan, jembatan dan lainnya yang memungkinkan banyaknya terjadi masalah di Sumsel dan kabupaten kota se Sumsel.

“Hal ini harus kita cermati sehingga sengketa konstruksi yang terjadi agar dapat ditangani oleh Badan Arbitrase,” tegasnya.

Untuk itu banyak agenda yang akan dilakukan oleh BANI Palembang ke depan dalam mensosialisasikan arbitrase termasuk di kalangan wartawan, jasa konstruksi dan lainnya  agar fungsi dan peran Arbitrase makin berdaya guna di tengah masyarakat.

 

Teks/Editor: Sarono PS

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

5 komentar

  1. This is very interesting, You are a very skilled blogger. I have joined your feed and look forward to seeking more of your fantastic post. Also, I have shared your web site in my social networks!