Ini dampak buruk “Gadget” bagi anak

SWARNANEWS.CO.ID, Jakarta Psikolog dari Rumah Sakit Pondok Indah, Bintaro, Jakarta, Jane Cindy meminta orang tua untuk mewaspadai dampak buruk  “gadget” atau gawai bagi anak karena dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangannya.

“‘Gadget’ memiliki dampak yang dapat menyebabkan kecanduan, terutama bila anak terbiasa bermain dengan ‘gadget’. Anak akan terus menerus menggunakan ‘gadget’ mereka dan perkembangan interaksi sosial menjadi terhambat,” kata Cindy dihubungi di Jakarta, Selasa.

Cindy mengatakan anak yang sudah mulai kecanduan gawai akan terbiasa mendapatkan kesenangan dengan pola satu arah. Mereka lebih suka bermain sendiri menggunakan gawai daripada bermain bersama teman-temannya.

Selain perkembangan interaksi sosial menjadi terhambat, kesenangan yang didapat dari kecanduan gawai juga dapat membuat anak-anak menghindar dari tanggung jawab dan tugas mereka.

“Mereka jadi malas mengerjakan pekerjaan rumah, belajar, ikut les dan lain-lain,” ujarnya.

Kecanduan bermain gawai juga dapat memengaruhi respon visual anak. Permainan yang ada di dalam gawai biasanya berupa rangsangan visual yang bergerak cepat. Anak akan terbiasa dengan ritme memperhatikan rangsangan visual yang bergerak cepat.

“Akibatnya, ketika mereka mendengarkan penjelasan guru di kelas dengan bentuk rangsangan visual yang tidak secepat gerakan visual pada permainan, mereka akan mudah merasa bosan,” tuturnya.

Tentu gawai tidak selamanya memberikan dampak buruk. Penggunaan gawai juga dapat memberikan dampak baik, seperti memudahkan anak untuk mencari informasi atau pengetahuan.

“Pada anak usia sekolah, mereka dapat menggunakan ‘gadget’ untuk mencari topik-topik yang sesuai dengan materi pelajaran di sekolah, selain untuk memudahkan komunikasi dengan orang tua dan anggota keluarga yang lain,” katanya.

Karena itu, Cindy menyarankan agar orang tua tidak memberikan gawai sama sekali pada anak usia di bawah dua tahun.

Sedangkan untuk anak usia tiga tahun sampai dengan delapan tahun, lebih baik orang tua mengarahkan anaknya untuk melakukan permainan yang banyak melibatkan motorik, persepsi visual spasial dan sensori.

editor : Sarono ps

sumber : antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

27 komentar

  1. hey there and thank you for your information I’ve definitely picked up anything new from right here. I did however expertise a few technical issues using this web site, since I experienced to reload the web site many times previous to I could get it to load properly. I had been wondering if your hosting is OK? Not that I am complaining, but sluggish loading instances times will often affect your placement in google and can damage your high quality score if advertising and marketing with Adwords. Anyway I’m adding this RSS to my e-mail and can look out for a lot more of your respective interesting content. Make sure you update this again soon.

  2. Having read this I thought it was extremely informative. I appreciate you taking the time and effort to put this information together. I once again find myself spending way too much time both reading and commenting. But so what, it was still worth it!

  3. Unquestionably consider that that you stated. Your favourite justification appeared to be at the net the simplest thing to remember of. I say to you, I definitely get irked even as other folks consider worries that they plainly do not recognize about. You controlled to hit the nail upon the top as welland also defined out the whole thing with no need side effect , other folks can take a signal. Will likely be back to get more. Thank you

  4. My coder is trying to persuade me to move to .net from PHP. I have always disliked the idea because of the expenses. But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on a variety of websites for about a year and am worried about switching to another platform. I have heard very good things about blogengine.net. Is there a way I can transfer all my wordpress content into it? Any kind of help would be really appreciated!

  5. Крупный учебный и научно-исследовательский центр Республики Беларусь. Высшее образование в сфере гуманитарных и естественных наук на 12 факультетах по 35 специальностям первой ступени образования и 22 специальностям второй, 69 специализациям.