Campuran Tepung Kelapa Kurangi Indeks Glikemik Nasi Putih

SWARNANEWS.CO.ID, Jakarta | Penderita diabetes mellitus disarankan untuk mengonsumsi makanan dengan indeks glikemik yang rendah, yaitu di bawah 55. Nasi putih merupakan salah satu jenis makanan yang tidak disarankan bagi penderita diabetes mellitus karena memiliki indeks glikemik tinggi, yaitu 89.

Sebagai alternatif, penderita diabetes mellitus disarankan mengganti nasi putih dengan nasi merah yang memiliki indeks glikemik rendah. Hanya saja, tak semua penderita diabetes menyukai alternatif ini karena rasa nasi merah yang tidak seenak nasi putih.

Penambahan tepung kelapa ternyata dapat menjadi alternatif baru bagi penderita diabetes mellitus yang ingin tetap memakan nasi putih dengan aman. Penelitian menunjukkan bahwa penambahan 25 persen tepung kelapa saat memasak dapat menurunkan indeks glikemik nasi putih menjadi 49.

“47 gram tepung kelapa pada 185 gram beras putih atau setara dengan enam sampai tujuh sendok makan tepung kelapa pada satu cangkir beras putih,” jelas Kepala Pengembangan Layanan Analisis Pangan Institut Pertanian Bogor Dr Didah Nur Faridah dalam peluncuran H2 Health & Happiness Teping Kelapa di Jakarta, Rabu (31/1).

Proses memasak nasi putih dengan campuran tepung kelapa tidak berbeda dengan proses memasak nasi biasa. Tepung kelapa cukup dicampurkan bersama beras putih dan air ke dalam wadah rice cooker. Sebelum dimasak, aduk tepung kelapa, beras dan air hingga tercampur rata.

Tepung kelapa dapat menurunkan indeks glikemik nasi putih karena memiliki kadar serat yang tinggi, yaitu hampir 22 persen. Kandungan serat yang tinggi dari tepung kelapa dapat membuat proses penyerapan glukosa dari nasi putih dalam tubuh menjadi lebih lambat. Dengan begitu, lonjakan kadar gula darah akibat mengonsumsi nasi putih dapat dihindari.

Konsumsi makanan dengan indeks glikemik rendah pada dasarnya tidak hanya disarankan untuk penderita diabetes mellitus saja. Makanan dengan indeks glikemik yang rendah juga disarankan bagi orang-orang yang sehat maupun orang-orang yang berisiko terkena diabetes sebagai salah satu upaya pencegahan.

Di sisi lain, Didah menegaskan bahwa makanan dengan indeks glikemik rendah bukan berarti boleh dikonsumsi dalam jumlah yang lebih banyak. Pengaturan porsi makan tetap harus diperhatikan meski makanan yang dikonsumsi memiliki indeks glikemik yang rendah.

“Jangan mentang-mentang makanannya berindeks glikemik rendah, porsi makannya jadi dua kali lipat. Tidak bisa begitu,” terang Didah.

Penggunaan tepung kelapa saat memasak jauh berbeda dengan penggunaan santan yang kaya akan lemak jenuh. Santan dibuat dari perasan parutan kelapa, di mana parutan kelapa itu sendiri tidak digunakan. Padahal, ampas santan itu yang justru memiliki kandungan serat tinggi. Sedangkan tepung kelapa diproduksi dari bagian kelapa yang mengandung banyak serat.

H2 Health & Happiness meluncurkan produk terbaru yaitu H2 Health & Happiness Tepung Kelapa pada Rabu (31/1). Tepung kelapa dapat digunakan untuk menurunkan indeks glikemik pada nasi putih.

“Kita juga lakukan identifikasi untuk membuang lemak yang jeleknya dulu, kemudian kita kemas. Jadi bukan santan,” terang Deputy Director Corporate Business Development PT Kalbe Farma Tbk FX Widiyatmo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar