Beras penyumbang inflasi terbesar Kota Palembang

SWARNANEWS.CO.ID , PALEMBANG |Beras merupakan salah satu komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Palembang pada Januari 2018.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Selatan, Yos Rusdiansyah di Palembang, Kamis mengatakan, Kota Palembang pada Januari 2018 mengalami inflasi sebesar 0,60 persen.

Menurut dia, komoditas yang menyumbang andil inflasi terbesar di Kota Palembang antara lain beras, cabai merah, rokok kretek filter dan daging ayam ras.

Ia mengatakan, inflasi di Kota Palembang pada Januari 2018 terjadi karena adanya kenaikan indek harga pada semua kelompok pengeluaran yaitu kelompok bahan makanan mengalami kenaikan indeks harga sebesar 2,07 persen selanjutnya makan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,85 persen.

Selanjutnya kelompok pendidikan, rekriasi dan olahraga sebesar 0,31 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,08 persen dan kelompok sandang sebesar 0,25 persen.

Sedangkan kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami penurunan indek harga sebesar minus 0,35 persen, katanya.

Sementara Kepala Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung, Bakhtiar AS mengatakan, terkait dengan angka inflasi cukup tinggi dan penyumbang masih didominasi beras dan memang pihaknya sudah berupaya melakukan operasi pasar beras dan stastistik mencatatkan harga umum beras rata-rata artinya premium medium itu dihitung secara keseluruhan sehingga diambil kesimpulan.

Kalau dilihat dari tren perkomoditas dilihat dari jenisnya itu sebenarnya penurunan sudah cukup signifikan khususnya beras medium, jelasnya.

Ia menuturkan, kecendrungan tinggi memang konsumsi yang kami perhatikan kebanyakan masyarakat lebih cendrung ke premium sehingga pencatatan mungkin ditemukan angkanya masih tinggi.

“Tetapi, saya tekankan kembali bahwa ini hanya psikologi pasar, karena kemarin beberapa hari lalu sudah dilakukan panen raya. Insya Allah akan terus berlangsung sampai akhir Februari puncaknya di Maret 2018 target kembali stabil seperti biasa dan operasi pasar tetap dilanjutkan dan volumenya ditingkatkan,” katanya.

Editor: Sarono PS

Sumber: Republika

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *