Kemulya’an Seorang Ummu Ashim Cucu Khalifah Umar bin Khatab

SWARNANEWS.CO.ID, Khalifah Umar bin Khattab adalah pemimpin yang memiliki tanggung jawab besar atas rakyatnya. Setiap malam ia jarang tidur karena selalu keluar rumah untuk memantau keadaan rakyatnya. Pernah pada suatu malam Umar mendengar suara percakapan dua orang perempuan di dalam rumah kecil.

Kedua perempuan tersebut adalah ibu dan anaknya. Keduanya terlibat perdebatan karena sang anak menolak mencampurkan susu perahan dengan air atas arahan ibunya. Sang ibu berkata, “Campurkan susu itu dengan air!” Namun, anaknya menolak dan berkata, “Sesungguhnya amirul mukminin melarang susu campuran, apakah ibu tidak mendengar amirul mukminin kemarin melarang perbuatan tersebut?”

Sang Ibu lalu berkata lagi kepada anaknya, “Umar tidak akan melihat kita, ia tidak akan mengetahui kita di waktu malam gelap seperti ini.” Tetapi, dengan sigap anaknya pun menjawab, “Wahai ibuku, seandainya Umar tidak melihat kita, akan tetapi Tuhan Umar tetap melihat kita. Sungguh demi Allah saya tidak akan melakukannya. Karena Tuhan juga melarang kita melakukan perbuatan itu.”

Mendengar perdebatan tersebut, Umar dibuat terkagum-kagum oleh jawaban anak tersebut kepada ibunya. Sampai-sampai Umara meminta Ashim, salah satu putranya agar menemuinya dan menikahi anak tersebut. Umar berkata, “Wahai anakku, pergilah ke sana, dan nikahilah dia, saya melihatnya anak itu akan memberikan ke berkahan, Insya Allah. Semoga ia dapat melahirkan anak yang dapat memimpin Arab.”

Akhirnya, Ashim menikah dengan perempuan tersebut yang bernama Ummu Ammarah binti Sufyan bin Abdullah bin Rabi’ah ast-Tsaqafi. Dari pernikahan inilah lahir seorang anak perempuan Laila Ummu Ashim atau yang dikenal Ummu Ashim.

Dalam diri Ummu Ashim banyak mengalir sifat-sifat kakeknya, yakni Umar. Ia dikenal dengan sosoknya yang menjalani kehidupannya dengan kesehajaan selama di Madinah. Ia juga di kenal sebagai perempuan yang mempunyai akhlak mulia.

Semua sifat-sifat tersebut tak lepas dari warisan genetik sang kakek dan orang tuanya. Pasalnya, Ummu Ashim tumbuh dalam suasana suci karena ayahnya merupakan gurunya langsung. Ummu Ashim mewarisi sifat-sifat dari ayahnya yang hidup pada masa Rasulullah SAW.

Ummu Ashim juga mewarisi sifatsifat ibunya, Ummu Ammarah dimana Umar sampai terkagum-kagum karena menganggap Allah dan agama adalah segalanya. Bagi keluarga Ummu Ashim, ilmu, ketakwaan, dan kebaikan hati lebih berharga daripada kekayaan dunia.

Itu sebabnya, Ummu Ashim termasuk barisan terdepan perempuan-perempuanĀ tabiin. Kemuliaan yang tertanam pada diri Ummu Ashim membuat Gubernur Mesir, Abdul Aziz bin Marwan terpincut hatinya. Masih adanya keturunan dari Umar bin Khattab menambah ketertarikan Abdul Aziz kepada Ummu Ashim. Abdul Aziz kemudian melamar Ummu Ashim dan memberinya 400 dinar sebagai mahar. Dari pernikahannya pula lahir seorang anak yang kelak menjadi tokoh, yakni Umar bin Abdul Aziz.

Dalam catatan sejarah, Umar bin Abdul Aziz ini kemudian menjadi khlifah utama yang masyhur dengan kearifan dan kesahajaannya. Sifat-sifat tersebut secara tidak langsung karena sifat yang mengalir dari kakek dan orang tuanya.

Ummu Ashim sangat berperan besar mengantarkan Umar bin Abdul Aziz menjadi seorang tokoh terkemuka dan pemimpin hebat. Sejak Umar bin Abdul Aziz masih kecil, Ummu Ashim sudah menanamkan kepada anaknya agar memiliki kecintaan kepada ilmu. Ummu Ashim juga membimbing langsung anaknya dalam menghafal Alquran sampai mampu menghafal seluruhnya saat usianya masih belia.

Ummu Ashim dengan sabar mendampingi anaknya dalam setiap perkembangannya. Ummu Ashim memasukkan nilai-nilai ketakwaan kedalam jiwa anaknya. Usaha Ummu Ashim tersebut sangat berhasil, yaitu selain menjadikannya sebagai pemimpian kuat, anaknya juga menjadi sosok yang takut kepada Allah.

Ummu Ashim meninggal di Mesir, di sisi suaminya. Kematiannya ditangisi karena Ummu Ashim dikenal sebagai perempuan dermawan yang mengasihi orang miskin.

editor : Sarono ps

sumber : republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *