Bangun Mesjid Tak Jadi, Dijadikan Tempat mesum

SWARNANEWS.CO.ID, Pagaralam Sempat viralnya video yang beredar di Medsos khususnya di akun facebook yang dalam video itu menceritakan sebuah bangunan Mesjid yang gagal konstruksi ,dimana tanpa sengaja pengunggah video yang tujuannya hanya untuk berteduh didalam gedung Mesjid yang tak jadi itu,tanpa sengaja menemukan banyaknya berserakan bungkus komix dan alat kontrasepsi (kondom) berserakan dimana mana.

Video yang diunggah berdurasi lebih kurang 4 menit itu sempat heboh,dan ini sangat meresahkan bagi warga yang tinggal diseputar Mesjid Alun Alun Selatan(bangunan tak jadi),Kecamatan Pagaralam Selatan.

Memang sudah sangat tidak bermoral,karena dilakukan oleh oknum,sekalipun Mesjid itu tidak jadi dan tidak selesai pembangunannya.Rumah Allah yang dijadikan tempat perbuatan tidak bermoral.

Dilihat di lokasi,bungkus kondom tersebut sudah banyak berserakan menandakan bahwa ini sudah sering terjadi dan dilakukan oleh Oknum ini berkali kali.

Saat ditemui Pejabat Lingkungan Harian (PLH) Wali Kota Pagaralam Drs H Safrudin MSi mengatakan, pihaknya telah memerintahkan anggota Pol-PP untuk mengecek dan melakukan tindakan pemagaran di sekeliling bangunan tersebut.

“Kita perintahkan Sat Pol-PP untuk mengecek ke lokasi, Memang masjid itu, gagal konstruksi dan akan dibongkar, Namun untuk sementara kita akan lakukan pemagaran,” ujar dia.

Beredarnya video di media sosial beberapa waktu lalu, yang menunjukkan investigasi tanpa sengaja oleh salah satu masyarakat di dalam bangunan masjid yang belum selesai dibangun mendadak viral. Betapa tidak, didalam video tersebut, nampak sejumlah barang diduga bekas obat batuk Komix sachetan dan bekas alat kontrasepsi berhamburan.Ini sangat memalukan,tegas Drs H Safrudin.

Kepala Sat Pol PP ,Mundra,saat dikonfirmasi mengatakan,untuk memagar dan membongkar mesjid yang tidak jadi itu bukan wewenang kami Sat Pol PP,namun adalah Dinas terkait yaitu dalam hal ini adalah Dinas PU,tapi kami mengerahkan beberapa anggota untuk terus memantau bangunan tersebut.

teks : Hairul/Rina

editor : Sarono ps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *