Keutamaan Melakukan Puasa Sunnah Senin-Kamis

SWARNANEWS.CO.ID, PalembangHari Kamis merupakan hari istimewa, itulah mengapa dianjuarkan untuk berpuasa Senin dan Kamis.

Selain untuk beribadah, banyak hikmah yang didapatkan terutama untuk kesehatan dan juga kebugaran fisik.

Itu diantara beberapa manfaat, maka dalam bahasan kali ini, kita akan mengupas tuntas manfaat puasa hari Kamis dan tentunya sudah diawali dengan puasa pada hari Seninnya, ataupun jika Senin tidak sempat maka manfaatkan moment penting pada hari Kamis.

Dalam ajaran Islam, Senin dan Kamis dan puasa didalamnya merupakan sunnah, tetapi kerap dianggap penting bagi umat Islam, yang ingin lebih khusyu menjalankan ibadah.

Meski kemudian ada hikmah kesehatan dibaliknya dan manfaat lainnya, jangan kemudian kita menjalankan ibadah hanya demi kesehatan dan manfaat dari sisi fisik.

Tetapi lebih dari itu, menjalankan ibadah puasa harus lebih dulu memahami hakaket penting dari puasa Senin-Kamis yang dimaksudnya.

Nah, untuk mempersingkat pembahasan dari poin ke poin, mari kita simak 10 poin penting dan hikmah dari kita yang menjalankan ibadah puasa.

1. Hari Ini Mana Dibukakannya Pintu Surga

Dikutif dari Umi yang menyitir Hadis Riwayat Muslim, bahwa pintu surga dibukakan pada hari Kamis tersebut.

Terutama bagi insan atau umat muslim yang bertaqwa dan selalu bertobat dan memohon amunan. Allah akan selalu membukakan pintu surganya.

“Pintu surga dibuka pada hari Senin dan kamis. Setiap hamba yang tidak berbuat syirik pada Allah sedikit pun akan diampuni (pada hari tersebut) kecuali seseorang yang memiliki percekcokan (permusuhan) antara dirinya dan saudaranya. Nanti akan dikatakan pada mereka, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai, akhirkan urusan mereka sampai mereka berdua berdamai.” (HR. Muslim no. 2565).

2. Bagaimana Berpuasa Dalam Kondisi Sakit?

Meski sudah terbiasa puasa Senin-Kamis, ada kalanya fisik kita dalam tidak sehat atau kurang fit. Tetapi sekalipun sakit maka pahala amalan ini akan tetap dicatatkan untuknya

“Jika seorang hamba itu sakit atau bepergian maka dicatat untuknya (pahala) sebagaimana (pahala) amalnya yang pernah dia lakukan ketika di rumah atau ketika sehat.” (HR. Bukhari 2996).

3. Pengendalian Hawa Nafsu

Seorang muslim yang taat dan sering melakukan puasa senin kamis akan lebih kalem dalam mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan gejolah nafsu. Mereka lebih bisa mengendalikan akal pikiran dari hal-hal yang kotor dan merugikan banyak orang terutama dirinya sendiri.

“Wahai para pemuda, apabila siapa di antara kalian yang telah memiliki ba’ah (kemampuan) maka menikahlah, kerena menikah itu menjaga pandangan dan kemaluan. Bagi yang belum mampu maka puasalah, karena puasa itu sebagai pelindung.” (HR Muttafaqun ‘alaih).

4. Hari pilihan Rasulullah untuk berpuasa sunah

Setidaknya ada 7 hari dalam satu minggu, namun Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam lebih menyukai hari Senin dan Kamis.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan Kamis.” (HR. An Nasai no. 2362 dan Ibnu Majah no. 1739. All Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa hadits ini hasan. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

5. Pintu surga Ar Rayyan yang dipersiapkan khusus bagi orang-orang yang gemar berpuasa

Nah, ini yang luar biasa bagi Orang yang suka merutinkan puasa in syaa Allah akan dapat memasuki surga dari pintu khusus yang bernama Ar Rayyan.

“Sesungguhnya di surga ada satu pintu yang namanya “Ar-Rayyan,” yang akan di masuki oleh orang-orang yang sering berpuasa kelak pada hari kiamat, tidak akan masuk dari pintu itu kecuali orang yang suka berpuasa.” (HR Bukhori dan Muslim).

6. Allah Langsung Memberikan Penilaian Alam Ibadahnya

Amalan yang balasannya dilipatgandakan sepuluh hingga tujuh ratus kali lipat, namun puasa adalah amalan spesial yang langsung dinilai oleh Allah.

“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali amalan puasa. Amalan puasa tersebut adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Disebabkan dia telah meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi orang yang berpuasa akan mendapatkan dua kebahagiaan yaitu kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika berjumpa dengan Rabbnya. Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.”” (HR. Muslim no. 1151)

7. Senin dan Kamis adalah hari di mana amalan kita dihadapkan pada Allah

Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wassalam menyatakan bahwa di hari Senin dan Kamis amalan-amalan manusia dihadapkan pada Allah, maka itulah Rasulullah sangat suka berpuasa di hari Senin dan Kamis karena beliau menginginkan dalam kondisi berpuasa ketika amalannya di hadapkan pada Rabb semesta alam.

“Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

8. Amalan yang dicintai Allah dan Rasulullah, sederhana namun dilakukan secara kontinyu terus-menerus

Puasa Senin Kamis tergolong amalan yang sederhana. Berbeda dengan puasa sunah Nabi Daud di mana sehari puasa dan sehari berbuka berselang-seling yang tentu saja lebih berat dilakukan, oleh sebab itu… melakukan amalan yang kontinyu meskipun sederhana merupakan sesuatu yang dicintai Allah dan RasulNya ketimbang melakukan amalan berat luar biasa namun hanya dilakukan sementara waktu saja.

”Amalan Rasulullah adalah amalan yang kontinu (rutin dilakukan). Siapa saja di antara kalian pasti mampu melakukan yang beliau shallallahu ’alaihi wa sallam lakukan.” (HR. Muslim)

9. Mengeluarkan racun tubuh

“Tidaklah seorang anak Adam memenuhi suatu kantung yang lebih buruk dibanding perutnya. Bila tidak ada pilihan, maka cukuplah baginya sepertiga dari perutnya untuk makanan, sepertiga lainnya untuk minuman dan sepertiga lainnya untuk nafasnya.” (HR. Ahmad At-Tirmidzi, An-Nasa’i dan oleh Al-Albani dinyatakan sebagai hadits shahih)

Tanpa penelitian dari para ilmuwan, kita pun dapat berpikir secara logika, bahwasanya puasa puasa senin kamis dapat meneluarkan toksin atau racun dalam tubuh. Racun yang bercampur dalam lemak, darah, atau bagian yang lain itu berasal dari makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari.

Untuk mengeluarkannya bukan hanya dengan berolah raga saja. Namun, kita harus berhenti mengkonsumsi makanan dan minuman minimal selama sehari, agar racun dapat dikeluarkan dengan efektif. Pengeluarannya dapat lewat keringat, urine, atau saat buang air besar. Metode puasa senin kamis memang dipercaya ampuh untuk mengelurkan racun yang sudah mengendap dalam tubuh. Jika racun-racun tersebut sudah keluar, maka kita akan merasakan tubuh lebih sehat dan bugar.

10. Belajar untuk tidak berlebih-lebihan dalam makan dan minum

Ada orang yang demi memuaskan keinginan akan makanan dan minuman, rela antri berjam-jam untuk membeli suatu menu. Atau rela memacu kendaraan begitu jauh hanya untuk wisata kuliner. Nah, dengan membiasakan diri puasa Senin Kamis, kita bisa belajar untuk tidak berlebihan dalam makan dan minum.

“Sahabat Abdullah bin Amr bin al-‘Ash, menceritakan bahwa Rasulullah bersabda, “Makan, minum, bersedekah dan berpakaianlah asal tidak engkau tidak bersikap angkuh dan berlebih-lebihan.” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan oleh Al-Albani dinyatakan sebagai hadits hasan)

editor : Sarono ps

sumber : sripoku.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *