Aura Muslim di Birmingham

Banyak buku-buku kajian Islam dijual bebas di sini.

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA|Begitu memasuki Jalan Coventry, aura tanah Muslim langsung menyeruak. Plus wajah-wajah urban Asia Selatan yang memberi kental suasana. Benarlah data-data statistik yang dipaparkan di atas tadi.

Jejeran toko tersebut didominasi oleh para pedagang berdarah Pakistan. Sebut saja sebuah toko besar bernama Toko Amson. Toko yang kala itu dipadati pembeli menjual pakaian Muslim, buku-buku kajian Islam termasuk Alquran, perlengkapan haji, kaligrafi, pernak-pernik interior rumah bernapaskan Islam, dan banyak barang lainnya.

Uniknya berbelanja di kawasan ini, keranjang-keranjang dagangan mereka tumpah hingga ke teras toko, hampir menyentuh bibir trotoar. Ah, seperti di Indonesia saja.

Tumpahan dagangan tersebut tidak hanya sayur dan buah-buahan, tapi banyak juga barang perabotan yang biasa dipakai oleh keluarga Asia. Namun, itu tidak umum dipakai di negara Inggris. Seperti sapu ijuk, sapu lidi, bangku plastik, dan masih banyak lagi. Tentu saja, barang-barang kelontongan tersebut didatangkan dari Asia Selatan, Pakistan, dan sekitarnya

Di teras salah satu toko sayuran, saya terkejut sekaligus senang saat melihat tumpukan cabai merah yang dibanderol dengan harga kurang dari Rp 5.000 per kilo. Heran bukan? Tentu saja, karena harga tersebut jauh di bawah harga cabai di Indonesia. Entah dari mana cabai impor itu berasal.

Ternyata, sayur dan buah khas negara Asia yang dijual toko ini variannya sangat banyak. Selain menjual sayur, buah, peralatan atau perlengkapan mandi, perabotan dapur dan rumah tangga, aneka ikan dan makanan beku, ikan asin, juga tersedia daging halal. Varian daging halalnya cukup banyak dan murah pula. Karena barang dagangannya murah dan lengkap, tak heran jika toko ini dijejali pembeli.

Editor: Sarono PS

Sumber: Republika

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *