Iman dan Taqwa Menuju Kehidupan Abadi

SWARNANEWS.CO.ID, Jejawi Iman dan taqwa merupakan suatu jalan untuk menuju kehidupan yang abadi. Iman daan taqwa juga merupakan bekal kita untuk menghadap yang kuasa sang pencipta alam semesta ini yaitu allah SWT begitulah makna khotbah Jum’at  (9/2) yang disampaikan oleh  All-Ustad Rendi di Masjid Miftahul Rahma Desa Batun Baru.

Menurutnya, manusia yang menaati perintah Allah SWT dan Rasul-nya  serta menjauhi segala larangannya akan di tempatkan  pada tempat yang paling indah yakni surga yang di dalamnya penuh dengan kenikmatan  yang abadi yang tiada taranya. Banyak sekali hal-hal yang tidak kita ketahui hingga kita harus bersyukur padanya.

Dikatakannya pula, marilah senantiasa  kita tingkatkan mutu  iman dan taqwa kita kepada Allah SWT  karena iman dan taqwa  merupakan  satu-satunya bekal  bagi  kita  menuju kehidupan   kekal yang abadi yakni kehidupan akhirat, maka dari itu gunakanlah  hati untuk menjadi motor penggerak bagi seluruh anggota tubuh kita. Hati inilah untuk menjadi raja bagi seluruh anggota tubuh kita sehinga  menghasilkan ketaqwaan yang hakiki.

Dalam surat At-Tin Allah subhanahu wataala menggambarkan tentang dua keadaan manusia, yang pertama  yakni  manusia  “Ahsani  taqwim”  manusia yang paling baik yaitu manusia yang memiliki bentuk yang paling baik  di antara bentuk mahluk yang lainnya. Kemudian yang kedua  yakni “Asfala safilin” manusia yang paling rendah manusia yang tidak taat kepada Allah subhanahu wataala dan Rasulnya  kelak akan dikembalikan ke tempat  yang paling buruk dari pada tempat yang lain yaitu neraka  jahanam.

Dari ayat di atas kita dapat mengambil hikmahnya. Semua tindakan yang kita lakukan baik itu dari mata, telinga, tangan,  dan kaki semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya. Jangan sampai tangan yang seharusnya kita gunakan untuk membantu serta memberikan  sedekah kepada orang yang membutuhkan. Malah kita gunakan untuk menganiaya, menyiksa bahkan membunuh orang lain hanya karena hal yang sepele.

Sesunggunya dalam tubuh manusia ada segumpal darah manakala ia baik maka baiklah seluruhnya tapi manakala ia buruk maka buruklah seluruhnya. Dengan menyatukan  semua unsur dan komponen yang telah kita sebutkan tadi antara anggota badan, jasmani dan rohani haruslah senantiasa dibingkai dengan  nilai agama.

Teks : Damiran

Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *