Islam Masuk dan Menyebar di Pantai Utara Mozambik

SWARNANEWS.CO.ID, Jakarta Jumlah umat Islam di Mozambik mencapai 17,9 persen dari total populasi. Sebagian besar Muslim Mozambik adalah Sunni ber mahzab Syafi’i. Sebagian lain nya adalah Syi’ah Ismai liyah. Mayoritas Muslim adalah suku asli Mozambik, warga keturunan Asia Selatan (India dan Pakistan), dan sejumlah kecil imigran Afrika Utara dan Timur Tengah.

Mozambik memiliki hubungan sejarah yang panjang dengan dunia Muslim. Negeri ini menjadi tempat persinggahan sufi yang mayoritas berasal dari Yaman. Mereka datang ke negeri tersebut untuk berdagang. Kehadiran mereka mendapat apresiasi masyarakat setempat. Para sufi dikenal santun dalam berlaku-kata sehingga warga setempat dengan mudah menerima pesan- pesan takwa yang mereka sampaikan.

Perkembangan Islam di sana juga banyak dipengaruhi Muslim Ibadi dari Oman di sepanjang pantai Afrika Timur. Mereka banyak memengaruhi dinamika masyarakat setempat yang kental dengan adat dan tradisi leluhur.

Pedagang Arab di Mozambik tiba pada abad keempat Hijriyah saat umat Islam mendirikan kerajaan kecil di pantai Afrika Timur. Hubungan antara Islam dan suku utama di Mozambik telah ada sejak abad kedelapan. Saat itu, Islam masuk dan menyebar di pantai utara Mozambik. Agama tersebut diterima dengan mudah oleh elite penguasa setempat.

Sejak berdirinya Kesultanan Kilwa pada abad ke-10 Masehi oleh Ali bin al-Hassan Shirazi, Islam telah menjadi agama besar di wilayah ini. Bekas kota pelabuhan Sofala masyhur dengan perdagangan berbagai komoditas, seperti gading, kayu, emas, dan besi. Di tempat itulah masyarakat ber interak si dengan para pedagang Timur Tengah dan India. Masyarakat setempat dari Mozambik, Sofala, dan sebagian besar wilayah pesisir Mozambik berdatangan ke sana. Mereka diatur oleh Kesultanan Kilwa pada abad ke-16.

Pada periode berikutnya, pemerintahan beralih ke Dinasti Omani Al Bu Said. Pedagang Muslim memperluas zona perdagangan mereka ke selatan di sepanjang pantai. Dipercaya bahwa hampir semua penghuni kota adalah Muslim sebelum kedatangan orang Portugis pada abad ke-16.

editor : Sarono ps

sumber : republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *