Khotbah : MANUSIA HIDUP UNTUK HIDUP

SWARNANEWS.CO.ID Manusia hidup untuk hidup, kalimat itulah yang mengawali ustad Abdul Azis dalam menyampaikan khotbah  Jum’atnya ( 2/2 ) di Masjid Miftahul Rahmah Desa Batun Baru, ratusan jemaah yang menunaikan  ibadah sholat jumaat mendengarkan secara khusuk apa-apa yang disampikan.

Menurut  Ustad Abdul Azis, kebanyakan kita pada umunya memikirkan hidup hanya untuk di Dunia saja, memikirkan harta dan jabatan yang membuat kita lupa kepada sang holik, lupa kepada sang pencipta  yaitu Allah SWT bahkan bisa menyusahkan kehidupan  akhirat  kita kelak diakhir Zaman sebenarnya  kehidupan yang hakiki adalah kehidupan bahagia dunia dan akhirat.

“Diakhir Zaman di mana semua mahluk hidup dikumpulkan menjadi satu untuk mempertimbangkan kehidupannya selama di dunia ini, untuk mempertanggung jawabkan apa yang telah kita perbuat, tidak ada tempat untuk mengadu, kalau di dunia kita bisa membayar pengacara yang hebat untuk membenarkan apa yang telah kita perbuat tapi di sana diakhirat hanya kepada Allah kita mohon ampun” ujarnya.

Dipertengahan khotbanya Ustad Abdul Azis, mencontohkan kehidupan pada Zaman Rasullah SAW, beliau hidup untuk kita semuanya, coba kita renungkan bagaimana seandainya rasullah tidak ada pada saat itu, bagaimana kehidupan kita sekarang, pernahkah kita berdoa untuk minta miskin seperti apa yang Nabi lakukan pada saat itu.

Sebelum mengakhiri khotbanya Ustad Abdul Azis mengajak para jemaah sekalian untuk mari peduli terhadap sesama jadilah hidup berguna untuk semua, jadikanlah hidup untuk beriman kepada Allah itulah yang merupakan hakekat dalam kehidupan sesungguhnya, amalkan ajaran-ajaran yang telah diwariskan oleh Nabi besar Muhamad SAW, dalam hidup ini kita harus berpegang tegu kepada Al-qur’an dan Hadist karena kedua hal itu merupakan aturan yang sangat kompleks mengatur kita dalam menjalani kehidupan di alam dunia ini.

Hal yang senada juga diutarakan salah satu jemaah Rendi (25), menurutnya banyak sekali kelakuan kita dalam kehidupan sehari yang mengaku telah beriman kepada Allah tapi kenyataannya mala bertolak belakang, kita justru mementingkan diri kita sendiri, kita takut kalau kita jadi miskin, kita takut kalau kita kelaparan akhirnya kita menghalalkan segala cara demi untuk kepentingan pribadi padehal itu hanyalah sesaat yang kekal dan abadi ialah kehidupan di akhirat.

Sementara itu dikesempatan yang sama juga telah dikatakan jama’ah lainnnya, Muharam (30), seandainyai pemimpin kita hidupnya hanya untuk beriman kepada Allah saja pastinya indonesia akan makmur dan sejahtera, tidak ada lagi pemimpin yang mementingkan diri  sendiri, tidak ada lagi  pepemimpin yang memperkaya kekayaannya, tidak ada lagi pemimpin yang mementingkan kelompok tertentu, jadilah sosok pemimpin yang berguna bagi orang banyak, bangsa dan negara, dalam menegakan ajaran- ajaran agama islam sehingga dapat membawa kehupan kita yang lebih baik lagi sehingga kita terhindar dari siksaan api neraka untuk menuju taman surga….amin

teks : Damiran

editor : Sarono ps

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *