Pemerintah Targetkan Cetak Lahan Sawah Baru

SWARNANEWS.CO.ID, Palembang | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) menargetkan surplus beras di daerahnya bisa mencapai 3 juta ton. Hanya saja, hal itu tidak selaras dengan program yang ada. Pemerintah daerah menurunkan target cetak sawah di 2018 ini, padahal cetak sawah ditenggarai dapat memaksimalkan produksi beras di daerah tersebut.

Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel, target cetak sawah di 2018 ini hanya sebanyak 1.300 hektar lahan. Sementara jumlah tersebut lebih sedikit dibanding cetak sawah di 2017 yang mencapai 10.100 hektar.

Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Sumsel, Erwin Noorwibowo menerangkan, pada tahun ini cetak sawah difokuskan di tiga daerah, yakni Ogan Ilir 500 hektar, Musi Banyuasin 300 hektar, dan OKU Timur 500 hektar. Pada 2017 lalu, cetak sawah tersebar di sejumlah daerah yakni, Ogan Ilir 150 hektar, OKI 6.847 hektar, OKU Selatan 103 hektar, OKU Timur 1.500 hektar, Pali 1.000 hektar, dan Musi Rawas 500 hektar.

“Karena kita akan melaksanakan kegiatan optimasi. Yakni pengoptimalan sawah yang sudah ada untuk meningkatkan indeks pertanaman. Misal dari 1 kali tanam ke 2 kali tanam,” jelasnya.

Erwin menyebut untuk kegiatan suboptimal selama 2018 sendiri yakni seluas 7.400 hektar. Terkait dengan luas panen, sebelumnya Erwin menjelaskan pihaknya tengah melakukan panen raya di hampir semua daerah di Sumsel. Panen raya ini pun dimulai dari akhir Januari 2018 dan berakhir Maret 2018.

“Ini panen raya karena dilakukan bukan hanya di Banyuasin melainkan daerah lain di Sumsel pun ikut melakukan panen padi seperti ini,” katanya.

Khusus Banyuasin, pada panen raya yang dilakukan beberapa waktu ada sekitar ribuan hektar. “Untuk Sumsel, Januari-Maret kita ada potensi panen 300ribu hektar lebih. Januari baru terpanen 60 ribuan hektar. Jadi masih ada sekitar 240 ribu hektar lebih yang akan panen pada Februari-Maret ini,” katanya.

Total prediksi luas panen pada Januari-Maret, kata Erwin, di Sumsel ada 313.021 hektar luas panen padi. Dimana, Januari sekitar 64.463 hektar, Februari 174.367 hektar, dan Maret 74.191 hektar.

Erwin menjelaskan, Sumsel menjadi salah satu provinsi surplus atau penyumbang beras terbesar di Indonesia tahun 2016 dan 2017, yakni sebanyak 2.3 juta ton surplus beras. Akan tetapi untuk tahun 2018 akan sulit mencapai target yang di canangkan.  “Sepertinya target 2.5 juta ton untuk tahun ini tidak bisa tercapai,” kata Erwin.

Hal ini dikarenakan kendala kondisi alam tahun ini tidak mendukung, seperti curah hujan yang tinggi mengakibatkan lahan terendam di beberapa wilayah, bahkan di bulan Desember 2017 sebanyak 20 hektar lahan sawah padi terserang hama. “Bulan Desember, 20 hektar sawah satu kecamatan di Kabupaten OKU Timur terkena Hama Werang Coklat.

Namun demikian, pihaknya tetap optimis target 2,3 juta ton beras di Sumsel dapat terealisasi.

editor : Sarono ps

sumber : detiksumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *