Pengadaan Minim, Bulog Beli Beras Harga Tinggi

SWARNANEWS.CO.ID, Palembang | Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung menyebut hingga saat ini pengadaan beras dari petani di wilayahnya masih cukup rendah. Bahkan sampai saat ini penyerapan baru mencapai 217 ton beras.

Hal itu disebutkan Kepala Perum Bulog Divre Sumsel Babel, Bakhtiar AS lantaran harga beli di tingkat petani masih cukup tinggi.

“Bulog menggunakan mekanisme skema pembelian beras komersial, belum menggunakan sesuai HPP. Beli beras di petani sebanyak Rp 10 ribu per kilogramnya. Penyerapan baru 217 ton,” ungkap dia.

Ia menyebut, untuk tahun ini Bulog Divre Sumsel Babel ditarget mampu menyerap beras petani sebanyak 80 ribu ton, baik komersial ataupun PSO. Diyakini pihaknya, target tersebut dapat tercapai karena saat ini sejumlah daerah tengah melakukan tahapan panen padi.

“Pengadaan 217 ton ini didapat dari dua daerah, yakni OKU Timur dan Banyuasin. Kami berharap nanti akan bisa lebih banyak lagi beras yang diserap dari petani,” ungkap Bakhtiar.

Ia menuturkan, meski pengadaan beras masih minim, namun stok beras di gudang Bulog sendiri masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Sumsel. Ada sekitar 22 ribu ton beras yang tersimpan di gudang Bulog.

“Ini diyakini mampu memenuhi 3-4 bulan ke depan,” katanya.

Bakhtiar menerangkan, beras yang ada di gudang Bulog saat ini sudah mulai disalurkan guna operasi pasar beras medium dimana sejak Januari hingga kini sudah dikeluarkan sebanyak 4 ribu ton.

Rinciannya 3.100 ton untuk di wilayah Sumsel dan 900 ton di Babel. Bulog sendiri melakukan OP di sejumlah pasar tradisional, bekerjasama dengan mitra dalam pengelolaan beras medium dan pengemasannya.

Selain itu, pihaknya juga sudah menyalurkan bantuan sosial masyarakat sejahtera (bansos sejahtera) untuk wilayah Sumsel Babel. Ada sekitar 2.300 ton selama Januari yang sudah disalurkan dimana targetnya 4.400 ton. Artinya masih ada sekitar 40 persen lagi belum tersalurkan selama Januari.

“Kita akan kejar pendistribusian bansos rastra ini. Yang jelas, mekanisme bansos ini berbeda dengan raskin. Sebab ini diberikan secara gratis tidak dengan penebusan. Dan untuk penyalurannya pun sesuai dengan surat perintah penyaluran dari Kemensos RI,” terang dia.

Untuk penyaluran bansos rastra di Februari, pihaknya belum menerima surat perintah dari Kemensos.

“Jika sudah turun surat perintahnya, akan langsung kita salurkan,” ungkapnya.

editor : Sarono ps

sumber : detiksumsel.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *