Pertamina Operasikan Rig Cyber di Lapangan Jatisari

SWARNANEWS.CO.ID, SUBANG | PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) saat ini tengah mengeksplorasi lapangan atau wilayah kerja (WK) Jatisari-9 (Jas-9), Kabupaten Subang, Jawa Barat. Project Manager PDSI Jawa untuk Kawasan Timur Indonesia (KTI) Komedi mengatakan dalam mengeksplorasi Jas-9 itu, anak perusahaan PT Pertamina EP itu mengoperasikan rig cyber.

Komedi menjelaskan rig cyber merupakan alat pengeboran yang berbeda dengan yang bermodel manual. “Rig cyber dioperasikan dan dikontrol secara akurat dengan sistem komputer,” kata Komedi, Jumat (2/2).
Dia mengungkapkan PDSI mulai menggunakan rig cyber-55 di WK Jatisari-9 sejak 30 Desember 2017. Komedi menegaskan rig pengeboran tersebut bukan menjadi satu-satunya yang dimiliki PDSI saat ini untuk meneskplorasi lapangan berpotensi.
PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) mengoperasikan rig cyber.

Menurutnya, PDSI sudah mulai membeli dan menggunakan rig pengeboran berbasis komputer sejak 2011. “Yang kami pakai saat ini di lapangan Jas-9 merupakan satu dari sepuluh rig cyber yang dimiliki PDSI,” ujar Komedi.

Komedi menilai rig cyber buatan Amerika Serikat itu memang sangat diminati karena lebih unggul dibandingkan tipe manualnya. Pengoperasian rig cyber tersebut, lanjut dia, sudah menggunakan layar sentuh dan satu monitor bisa mengontrol semua peralatan yang ada.
Selain itu rig cyber juga bisa memberikan informasi berdasarkan aktivitas pengeboran yang dilakukan dengan sistem alarm dan warning. “Rig cyber memiliki sistem pengaturan yang maksimal, cukup dioperasikan satu orang dengan dukungan lima mesin genset berkekuatan 600 volt,” kata Komedi.
Dia memastikan, dari total sepuluh rig cyber yang dimiliki PDSI, semuanya tdak pernah berhenti untuk menggarap berbagai proyek eksplorasi. Saat ini terdapat empat unit yang dioperasikan di Pulau Jawa, tiga untuk proyek Geothermal, dan tiga unit di Aceh.
Komedi menuturkan, sebelumnya rig cyber juga pernah dioperasikan di Kalimantan. Di daerah tersebut, rig pengeboran berbasis komputer itu dipakai untuk keperluan eksplorasi di lingkungan bisnis Pertamina maupun di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) lain di Indonesia.
Saat ini, lanjut dia, rig cyber yang dimiliki PDSI memiliki kekuatan 1500 HP dan 1000 HP. Komedi menjelaskan, penggunannya akan disesuaikan dengan kedalaman pengeboran yang akan dilakukan. Di lapangan Jas-9 ini kami mengoperasikan rig 1500 HP untuk kedalaman 3.350 meter,” ujar Komedi.
Dengan banyaknya permintaan pengeboran menggunakan rig cyber, rencananya PDSI pada 2018 ini akan melakukan pengadaan enam unit lagi. Tiga unit di berbekuatan 1500 HP dan tiga unit berkekuatan 1000 HP.
Komedi mengaku optimistis, proyeksi rig cyber selanjutnya akan sangat diperlukan bagi konsumen. “Rig cyber memang lebih aman dengan meminimalisir risiko, yang menjadi salah satu pertimbangan permintaan penggunaan rig cyber ini,” ungkap Komedi.
editor : Sarono ps
sumber : republika.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *