Pilkada 2018, ASN Harus Lepaskan Atribut

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Menjelang Pilkada serentak bulan Juli mendatang, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) diharapkan dapat bersikap netral di dalam Pilkada. Bukan tidak mungkin, sanksi tegas akan diberikan jika kedapatan telah melakukan pelanggaran.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BK-PSDM, Ratu Dewa melalui Kepala Bidang Pembinaan, Perizinan dan Penilaian Aparatur Negara, Adrianus Amri.

Sesuai dengan ketetapan Rapat Koordinasi (Rakor), pegawai ASN wajib menjaga sikap netralitas saat suasana Pilkada.

“Pegawai ASN itu diperbolehkan mengikuti kampanye. Tetapi tidak boleh dengan bersikap aktif. Namun harus dengan bersikap pasif,” ujarnya.

Lanjutnya, ASN selaku warga negara juga memiliki hak untuk mengetahui siapa saja calon pemimpin yang akan dipilihnya.

“Netral yang dimaksud yaitu, ASN boleh saja untuk datang di sebuah kampanye, namun tidak boleh hanya satu pihak. Karena kriteria ini jelas sudah masuk sikap tidak netral,” katanya.

Masih dikatakannya, dalam menghadiri sebuah Kampanye, PNS dilarang keras untuk menggunakan atribut kepegawaiannya, terlebih jika dicampur adukkan dengan atribut suatu partai.

“Kalaupun datang, PNS wajib meninggalkan seluruh atribut yang dikenakan. Tidak boleh menggunakan atribut partai, tidak boleh mengajak orang lain, apalagi sampai memberi gerakan-gerakan untuk mendukung salah satu calon,” tegasnya.

Pihaknya juga telah mengimbau kepada para ASN Pemerintahan Kota Palembang selalu mengingat ketetapan peraturan yang memang telah disesuailan. “Sudah kita wanti wanti kepada pegawai. Tidak hanya ASN, tetapi juga sampai non-ASN. Karena ini sesuai dengan ketetapan peraturan,” tutupnya.

Editor: Sarono PS

Sumber: Detiksumsel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *