Solehun : Pasangan ASRI siapkan Program OK OCE Kito untuk Sumsel

SWARNANEWS.CO.ID, PalembangBeriring dengan persaingan dalam Pilkada Sumsel 2018 yang akan berlangsung pada Juni 2018, Pasangan Aswari-Irwansyah (ASRI) mengedepankan gagasan pemberdayaan ekonomi rakyat yang dikemas dalam program OK OCE Kito.

Program OK OCE Kito digagas pasangan ASRI berdasar pada potret nyata di Sumsel yang sangat membutuhkan peningkatan kesejahteraan ekonomi.

Salah satu diantara persoalan penting untuk meningkatkan kesejahteraan di Sumsel adalah, pemberdayaan dan pengurangan jumlah pengangguran. Tercatat sampai Agustus 2017 jumlahnya pengangguran di Sumsel di kisaran 4, 39%.

“Bagi pasangan ASRI, persoalan ini menjadi salah satu fokus yang akan dimaksimalkan, sehingga jumlah penngguran akan berkurang, sekaligus upaya peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat di Sumsel juga akan meningkat,” ujar Manager Penggerak Relawan ASRI, Solehun Mushadin, M.Pd, belum lama ini (23/2/2018).

Melalui program  OK OC Kito, menurut Solehun pasangan ASRI akan mengutamakan pembentukan mental usahawan (enterpreuner), yang nantinya akan berdampak pada penyerapan tenaga kerja dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Sebab menurut Solehun, program OK OCE Kito bukan sekadar membentuk usahawan saja, tetapi lebih penting dari itu program ini juga membantu pembekalan intelektual bagi usahawan, akses modal, pemasaran, sampai pembinaan usahawan hingga bisa mandiri.

Terhadap penyerapan tenaga kerja yang dimaksud, menurut Solehun adanya target di 329 kecamatan se-Sumsel. Solehun memberi contoh, misalnya 1 kecamatan  bisa menyerap 1000 tenaga kerja dengan usaha yang sudah berkembang, maka dipastikan pengurangan jumlah pengangguran dapat terwujud.

“Sebab OK OCE Kito ini merupakan ruang penciptaaan dunia usaha yang berbasis kultural (budaya lokal), sehingga terget pengurangan jumlah peganguran itu diharapakn bisa dimaksimalkan,” tegasnya.

Program OK OC Kito, menurut Solehun akan memberdayakan potensi lokal. Menutut Solehun, di masing-masing wilayah kecamatan di Sumsel sudah pasti akan memiliki potensi berbeda. “Nah, dari potensi di wilayah itulah yang akan diberdayakan, dimaksimalkan melalui program OK OCE Kito. Ini penciptaan dunia usaha yang berbasis kultural,” ujannya.

Usaha berbasis kultural (budaya lokal) disebut Solehun, tidak kemudian memberangus usaha yang sudah dilakukan masyarakat setempat. Bahkan sebaliknya, akan mendorong upaya pengembangan usaha yang sudah ada secara turun temurun dilakukan masyarakat setempat.

Dimisalkan, di satu daerah memiliki usaha kebun kopi. Maka program OK OCE Kito akan membantu pengembangan kopi, bukan pada tingkat jual belinya saja, melainkan mengupayakan agar usaha petani kopi tidak saja terfokus pada jual beli beras kopinya seperti nenek moyangnya.

Tapi jauh lebih maju dari itu, program OK OCE Kito akan membantu pengembangan dari jual beli beras kopi menjadi usahawan kopi, yang produknya kelak dapat bisa bersaing di pasar modern.

“Misalnya, kalau sejak dulu sampai saat ini petani kopi di bberapa daerah di Sumsel hanya jual beli beras kopi, maka melalui program OK OC Kito diharapkan kelak yang dijual warga bukan lagi beras kopi lagi, tetapi sudah bubuk kopi dalam kemasan bagus yang bermerk standar pasar modern,” tambahnya.

Bila kemdian para usahawan memiliki hambatan wawasan bisnis dalam dunia usaha, menurut Solehun melalui program OK OCE Kito, akan memberi pembekalan, baik visi enterpreuner, marketing sampai akhirnya usahawan itu bisa mandiri dan memberdayakan pengangguran di setiap wilayah kecamatan se-Sumsel.

editor : Sarono ps

sumber : palembangpro.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *