Puluhan Masyarakat OKI Demo di DPRD, Minta Aktifitas PT. Waskita Distop

SWARNANEWS.CO.ID , KAYUAGUNG |Puluhan masyarakat Ogan Komering Ilir (OKI) meminta pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat, menindak PT. Waskita Karya yang diduga telah banyak menabrak aturan. Demo tersebut dikoordinatori Yovi, dengan berkumpul di gedung DPRD OKI Senin (5/3/2018) sekira pukul 10.00 Wib.

Sementara itu, koordinator lapangan Popi Damarian SH dalam orasinya meminta pemerintah daerah menindak PT. Waskita Karya yang telah melakukan pelanggaran, serta disinyalir tidak memiliki analisa mengenai dampak lingkungan (amdal).

“Kami meminta pemerintah menindak PT. Waskita Karya yang telah banyak melanggar aturan serta disinyalir tidak memiliki amdal,” tegasnya di depan gedung DPRD OKI.

Ditambahkan dia, sebagai bentuk partisipasi terhadap pengawasan pembangunan di Kabupaten OKI, maka melalui aksi damai ini pihaknya meminta atas nama masyarakat yang tergabung dalam serikat pemuda dan masyarakat Sumsel mendukung dan memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah OKI. Selain itu, mendesak dan meminta DPRD OKI untuk lebih aktif memantau pembangunan yang dilakukan oleh PT. Waskita Karya agar bekerja lebih profesional dalam melakukan pekerjaan jangan sampai merugikan masyarakat.

Mereka juga meminta DPRD OKI untuk turun ke lapangam menyetop aktifitas mobil PT. Waskita Karya yang melewati jembatan Kayuagung yang sudah menelan korban jiwa.

“Kami meminta DPRD OKI dan penegak hukum untuk membentuk tim guna mengusut tuntas tentang izin amdal semen cair PT. Waskita Frecast Beton, PT. Keraton dan Waskita Readymix yang diduga mencemari sungai serta kesepakatan bersama yang telah dilanggar PT. Waskita Karya,” tegas Popi.

Aliaman, perwakilan masyarakat Kutaraya dalam kesempatan tersebut meminta agar pihak pemerintah dan anggota dewan bertindak cepat, agar tidak ada kejadian serupa terulang kembali. “Jangan sampai ada lagi korban,” tegasnya.

Dalam pengamanan demo itu, puluhan anggota kepolisian berjaga baik dari Polres OKI maupun Polsekta Kayuagung yang dipimpin langsung oleh AKP Feriyanto, serta Kasat Intel Polres OKI AKP Yusuf Solehat SH, Danamil 402 – 10 Kapten Hatta, Kepala Dinas Pertanahan Pratama, perwakilan Pol PP dan Damkar, Mala dan Syawal Harahap.

Sementara itu puluhan massa tersebut bertemu dengan anggota DPRD OKI, Solahuddin (Ende), Efredi, Budiman, Juni Alpansuri, Nawawi Anang.

Juni Alpansuri dalam kesempatan tersebut meminta kepada perwakilan demo agar dapat bertemu di ruang pertemuan DPRD, sehingga dapat mencari solusi dengan kepala dingin.

“Ayo saudara semua, kami meminta perwakilan untuk berdiskusi dan mencari solusi,” ujar Alpan.

Namun ajakan tersebut ditolak pendemo, yang meminta agar keseluruhan pendemo turut ikut dalam ruang rapat. Permintaan tersebut pun dituruti anggota DPRD, mengingat masih cukupnya kapasitas rapat dengan pendemo yang hadir. Pantauan di lokasi saat ini masih menunggu pihak PT. Waskita Karya.

Editor: Sarono PS

Sumber: Beritanda

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *