Imam Al-Azhar Kecam Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem

Sheikh Ahmed al-Tayeb menilai langkah itu menentang perasaan 1,5 miliar muslim dunia.

SWARNANEWS.CO.ID, KAIRO |Imam masjid al-Azhar Mesir Sheikh Ahmed al-Tayeb mengecam langkah Washington memindahkan kedutaan besar Amerika Serikat ke Yerusalem dari Tel Aviv. Langkah itu menurut Sheikh Ahmed menentang perasaan dari 1,5 miliar muslim di dunia.

Seperti dilansir Reuters, Senin (14/5), pemimpin Israel dan perutusan AS, termasuk Menteri Keuangan Steven Mnuchin dan putri Presiden Donald Trump serta menantu laki-lakinya, Ivanka Trump dan Jared Kushner, menghadiri acara menandai pembukaan gedung kedutaan baru pada Senin tersebut.

BACA JUGA  Carrie Lam Berharap Pencabutan RUU Ekstradisi Bantu Selesaikan Krisis

Pembukaan itu bertepatan dengan peringatan 70 tahun pendirian Israel, yang disebut orang Palestina sebagai Nakba atau malapetaka.

Pemilihan waktu untuk pemindahan kedutaan besar AS menunjukkan preferensi “terhadap logika arogansi dan kekuasaan dengan mengorbankan nilai keadilan, yang membuat dunia jauh dari stabilitas dan perdamaian,” kata Sheikh Ahmed al-Tayeb dalam pernyataan Senin.

Dia mengatakan langkah tersebut menentang perasaan 1,5 miliar muslim di seluruh dunia. Al-Tayeb pun menyeru warga dan lembaga sipil mengambil semua tindakan damai untuk mengungkapkan penolakan terhadap sikap negara yang memihak kelompok Zionis dengan mengorbankan hak Arab Palestina tersebut.

BACA JUGA  Ternyata Ada WNI Yang Jadi Pengantin Pesanan di China

Sementara itu, laporan terbaru pada Senin (14/5) menyebutkan 52 warga Palestina terbunuh saat aksi protes menentang peresmian Kedubes AS di Yerusalem. Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, puluhan warga Palestina itu meninggal dunia setelah ditembaki oleh pasukan Israel di sebelah timur perbatasan Israel-Palestina di Jalur Gaza. Korban meninggal termasuk enam anak-anak, berusia di bawah 18 tahun.

Sumber: Republika

Editor: Sarono PS

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait