2.000 Volunteer Asian Games Ikuti General Training di LBPP LIA

SWARNANEWS.CO.ID, PalembangSebanyak 2.000 calon volunteer atau tenaga sukarelawan mengikuti General Training (GT) Volunteer Asian Games di LBPP LIA Palembang. Kegiatan sudah berlangsung sejak 25 Mei lalu dan berakhir pada Selasa (29/5) kemarin.

Menurut Human Resources & Volunteer INASGOC, Devy Zuryatina Bayumi, para volunteer diberikan beberapa keterampilan dalam GT tersebut. Antara lain intrepersonal skill, ilmu komunikasi, Etika hingga ilmu kepariwisataan.

Devi mengatakan, para volunteer nantinya akan berperan sebagai guide/pemandu wisata kepada para tamu negara lain yang datang berkunjung saat pelaksanaan Asian Games 2018. Sehingga, penting bagi mereka menguasai mulai dari tempat wisata, kekhasan Palembang, budaya sampai ke tempat membeli oleh-oleh di Palembang.

“Kalau mereka tidak tahu mengenai pariwisata di Palembang, pasti kurang rasanya. Itulah kenapa harus ada GT yang juga melibatkan Dinas Pariwisata Sumsel,” ujarnya saat ditemui di tempat kursus LIA Palembang, Selasa (29/5).

Setelah GT ini, maka akan ada pengumuman melalui sms blast atau email untuk mengikuti tahapan berikutnya. Setelah ini mereka akan ditempatkan ke departemen masing-masing.

“Di awalkan mereka sudah isi data mau kemana misalnya departemen venue, sport, medical, media dan lain sebagainya. Setelah GT ini mereka akan ditempatkan ke departemen masing-masing,” bebernya.

Di departemen masing-masing, sambung Devy, Volunteer akan mengikuti training kembali sesuai departemen yang dipilih. Seluruh tahapan sudah dilakukan, tinggal pelaksanaan.

“Jadi total Volunteer yang bertugas di Palembang ada 2.000 dari 3.000 yang ikut tes. Berbeda dengan Jakarta yang melibatkan 11.000 Volunteer. Dan Volunteer di Palembang datang dari berbagai provinsi, diantaranya dari Kalimantan, Jawa dan Sumsel paling banyak mendominasi,” terangnya.

Sebelumnya perekrutan sudah dilakukan melalui online yang dilakukan oleh masing-masing peserta dengan mengirim data yang dibutuhkan melalui situs pendaftaran resmi. Ia menjelaskan dalam tahap itu para peserta mengisi sesuai dengan data-data peserta sesuai dengan departemen apa yang akan dipilih peserta.

Setelah itu, data kemudian discreening melalui beberapa departemen, diantaranya dari Densus 88, Badan Intelijen Negara, Badan Narkotika Nasional, Dinas Pendudukan dan Catatan Sipil dan lain sebagainya yang kesemuanya terlacak.

“Jadi memang sebelumnya mereka harus menyiapkan SKCK yang menjadi syarat utama. Setelah itu lulus screening bisa melanjutkan tahap berikutnya yakni rekrutmen melalui tahap psikotes. Kalaupun mereka lulus screening, tes psikotes tidak lulus, tidak bisa ke tahap berikutnya,” ungkapnya.

Pada psikotes yang digelar di UNIKA Palembang beberapa waktu lalu, dari 3.000 peserta yang ikut, 2.000 peserta dinyatakan lulus dan melanjutkan ke tahap Nilai Olahraga (NOR). Pada tahap NOR ini, Devy menjelaskan para peserta harus mengetahui cerita, asal Olimpiade dan lain sebagainya, termasuk pula terkait dengan sejarah Asian Games.

“Harapannya besar sekali, Volunteer bisa menyerap semua ilmu yang kita suport ke mereka untuk pembekalan mereka itulah,” jelasnya.

editor : Sarono PS

sumber : sripoku.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *