BBPOM Sumsel musnahkan 18800 tahu berformalin

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Sumsel (BBPOM) melakukan pemusnahan 18800 tahu mengandung formalin dari pemilik pabrik berinisial A.

“Ini pabrik tahu yang ada di kelurahan kemang manis  yang sudah kami tindak (15/5),” ujar Kepala BPOM Sumsel, Dra Dewi Prawitasari Apt MKes saat pemusnahan di TPA Sukawinatan, Kamis (24/5/2018).

Selain tahu, pihaknya menyita 21 alat cetak tahu terbuat dari kayu, 21 ember untuk penempatan distribusi, satu mobil pengangkut tahu dan alat penggilingan kedelai.

Dewi juga mengatakan, berkas kasus telah diajukan ke kejaksaan. Hukuman yang diberikan sesuai dengan undang-undang pangan nomor 18 tahun 2012. Sanksinya bisa penjara maksimal 5 tahun atau denda maksimal 10 miliar rupiah.

“Data tahun ini ada tiga produsen tahu yang sudah ditindak, bahkan di bulan maret kami menyita 24000  tahu dan 2 ton mie kuning yang mengandung formalin,” kata dia.

Ditambahkan staf ahli walikota Palembang,  Sadaruddin, pemerintah kota palembang sangat menyanyangkan masih ada produsen yang tidak jujur dalam menyediakan kebutuhan pangan masyarakat palembang.

“Formalin inikan sangat bahaya, setelah diberikan sanksi mudah-mudahan tidak ada lagi produsen tahu yang nakal. Sudah jelas tindakan ini tidak dibenarkan, tapi kami masih menunggu proses pencabutan izin usahanya,” tegasnya.

Sumber: Antara

Editor: Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar