BMKG: Perkirakan Awal Juni, Sumsel Memasuki Musim Kemarau

SWARNANEWS.CO.ID, Palembang | Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Sumatera Selatan memprakirakan pada awal Juni 2018 sebagian wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota itu mulai memasuki musim kemarau.

“Saat ini masih dalam kondisi musim pancaroba atau peralihan dari musim hujan ke kemarau sehingga masih sering turun hujan, namun pada akhir bulan ini diprakirakan mulai memasuki musim kemarau,” kata Kepala BMKG Palembang Ferry Sitorus, di Palembang, Kamis.

Menurut dia, pada musim pancaroba ini masih sering turun hujan di Palembang dan sejumlah wilayah Sumsel lainnya, namun intensitasnya berkurang di bawah 300 milimeter, kondisi ini memberikan pertanda mulai segera berakhirnya musim hujan.

Berdasarkan pengamatan melalui satelit cuaca, mendekati penghujung Mei ini curah hujan di wilayah provinsi berpenduduk sekitar 8,6 juta jiwa itu sedikit mengalami penurunan dibandingkan dengan beberapa bulan sebelumnya, katanya.

Dia menjelaskan, curah hujan pada beberapa hari ke depan diprakirakan mengalami penurunan dari bulan sebelumnya yakni berkisar 200-300 mm.

Melihat intensitas curah hujan mulai mengalami penurunan, diimbau kepada seluruh lapisan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan bencana kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan yang biasa terjadi pada setiap musim kemarau.

Dengan kewaspadaan yang tinggi, diharapkan dapat dihindari bencana kabut asap yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan dan aktivitas masyarakat, katanya.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan Iriansyah menambahkan menghadapi musim kemarau 2018 ini pihaknya lebih intensif melakukan pemantauan daerah rawan kebakaran hutan dan lahan untuk mencegah bencana kabut asap.

Beberapa daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menjadi perhatian utama seperti Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, dan Kabupaten Banyuasin, ujar Iriansyah.

editor : Sarono ps

sumber : antaranews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *