Ibu Hamil Berpuasa, Bolehkah?

SWARNANEWS.CO.ID BANYAK ibu hamil yang ingin berpuasa sebulan penuh selama bulan Ramadan. Namun yang menjadi pertanyaan, bolehkah sang ibu atau calon ibu tersebut berpuasa full sebulan?

Ini menjadi keragu-raguan tersendiri, entah karena takut tidak kuat atau cemas jika janin tidak mendapat asupan nutrisi yang cukup atau dua-duanya. Bagaimanapun juga, janin benar-benar bergantung pada ibunya seorang untuk mendapatkan zat-zat gizi yang diperlukan.

Puasa merupakan salah satu rukun Islam yang harus dijalankan oleh umat Muslim setiap tahunnya. Akan tetapi, terdapat beberapa pengecualian kewajiban berpuasa, misalnya pada orang sakit, dalam perjalanan, ibu hamil, serta ibu menyusui.

Namun, karena memiliki keinginan yang kuat untuk berpuasa atau enggan bila harus mengganti puasa pada hari lain, sebagian ibu hamil memutuskan untuk tetap berpuasa.

Nah, bagaimana hal ini jika ditinjau dari segi medis?

Puasa Selama Kehamilan

Nutrisi merupakan aspek yang sangat penting selama kehamilan. Tidak hanya memenuhi kebutuhan bagi dirinya sendiri, ibu hamil juga harus memperhatikan kebutuhan nutrisi bagi janin yang dikandungnya. Itu sebabnya kebutuhan nutrisi ibu hamil bisa mencapai satu setengah kali lebih banyak dibandingkan wanita yang tidak hamil/menyusui.

Nutrisi sendiri terdiri atas dua golongan, yakni makronutrien dan mikronutrien. Makronutrien (karbohidrat, protein, lemak) diperlukan tubuh dalam jumlah besar untuk memberikan tenaga secara langsung, dan berperan sebagai pembentuk sel dan organ janin atau bayi.

Sedangkan mikronutrien (vitamin dan mineral) diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh tetapi hanya dalam jumlah sedikit, dan berperan sebagai penunjang pertumbuhan janin atau bayi.

Agar kehamilan selalu lancar, pastikan menu makanan Anda selalu memiliki nutrisi lengkap yang komposisinya tepat sesuai dengan tahapan kehamilan.

Sebenarnya dari sisi medis, puasa selama kehamilan diperbolehkan, asalkan kebutuhan nutrisi dan cairan dapat dipenuhi pada saat di luar waktu puasa. Jika Anda yakin dapat makan dalam porsi yang besar saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur, maka puasa dapat dijalankan.

Pada prinsipnya harus dipertimbangkan keuntungan dan kerugian berpuasa selama kehamilan karena kondisi ibu hamil dan bayi yang dikandung berbeda-beda antar satu individu dengan individu lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *