Kasus Pencabulan di Lahat Terus Meningkat

SWARNANEWS.CO.ID, LAHAT |Tingginya angka kejahatan seksual terhadap anak di Kabupaten Lahat, rupanya membuat pemerhati anak di Lahat, M Aplitara Gumay, angkat bicara.

Ia mengatakan, hal ini dikarenakan kurangnya sosialisasi Pemkab Lahat, mengenai UU Perlindungan Anak ke tengah masyarakat. “Coba kalau dinas yang berwenang, aktif melakukan sosialisasi. Pelaku kejahatan anak, akan berpikir dua kali melancarkan aksinya. Kian banyak kasus anak di Lahat, itu tandanya dinas terkait tidak berhasil menjalankan tugasnya,” tegas Aplitara, Jumat (11/5).

Unit PPA Satreskrim Polres Lahat mencatat, terhitung Januari hingga April 2018, sudah ada enam kasus pencabulan terhadap anak. Kasus pencabulan di Kecamatan Kikim Selatan, Kikim Timur, Tanjung Sakti dan Kota Lahat. Yang terheboh, kasus pencabulan oknum guru dengan pelajar SMA di Lahat, di Kecamatan Pulau Pinang.

“Dibandingkan tahun lalu, awal tahun ini kasus anak terbilang tinggi. Modusnya ada yang diajak pacaran, ada juga karena kelalaian orang tua yang meninggalkan anaknya sendirian,” ujar Kasat Reskrim Polres AKP Ginanjar S.Ik melalui Kanit PPA Ipda Omin Suhandi.

Sementara itu, Gaharu Ketua Komisi IV DPRD Lahat menuturkan, tingginya kasus anak di Lahat, tak lepas dari hilangnya peran Lembaga Pemerintah Perlindungan Perempuan dan Anak (LP3A) Lahat. Terhitung sejak Desember 2017, dinyatakan bubar. Mengingat selama ini, sosialisasi dan penanganan kasus, hanya dilakukan oleh lembaga ini.

“Kita berharap di tahun depan, akan dibentuk lagi lembaga perlindungan perempuan dan anak di Lahat. Mengingat lembaga ini sangat dibutuhkan, dan harus diisi dengan orang yang benar peduli terhadap masa depan anak,” tutur Politisi Partai Gerindra ini.

Sumber: Detiksumsel

Editor: Sarono PS‎

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *