LPOI Gandeng Polri dan BIN Berantas Terorisme di Indonesia

LPOI akan menginformasikan bentuk terorisme dan radikalisme.

SWARNANEWS.CO.ID, JAKARTA |Perwakilan dari 14 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) akan bekerjasama dengan Polri dan Badan Intelejen Negara (BIN) untuk memberantas terorisme di Indonesia. Hal ini disampaikan menyusulkan adanya serangan beruntun dari teroris di Jawa Timur.

“LPOI akan bergandengan tangan dengan Kepolisian dan BIN dalam membasmi para teroris yang kami yakin mendapat ajaran radikal dari mereka yang membenci NKRI,” ujar Sekjen LPOI Luthfi Attamimi saat konferensi pers di Kantor LPOI, Jalan Keramat VI, Jakarta Pusat, Senin (14/5).

Ke depannya LPOI akan bekerjasama dan akan menginformasikan tentang bentuk terorisme dan radikalisme kepada dua lembaga yang bertanggung jawab terkait aksi terorisme tersebut. Menurut dia, pihaknya akan mengingatkan kepada BIN dan Polri untuk waspada terhadap kelompok-kelompok yang bisa melakukan aksi terorisme.

Menurut dia, LPOI juga akan mengungkapkan kepada BIN dan Polri ormas mana saja yang dipelihara oleh pihak luar negeri yang ingin membuat Indonesia tidak damai lagi. “Kita nanti akan kasih tahu sama Polri dan BIN, Ormas ini Radikal dan sebagainya, jadi hati-hati,” ucapnya.

Selain itu, LPOI juga menyampaikan duka cita kepada korban yang meninggal akibat kekejaman teroris yang melakukan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidorajo, serta di Mapolresta Surabaya. Menurut dia, LPOI mengutuk keras para teroris yang biadab dan sangat keji akhlaknya, serta tidak mengikuti ajaran agama Islam.

“Para teroris tersebut bukan penganut agama Islam yang rahmatan Iil alamin,” katanya.

Ormas Islam yang tergabung dalam LPOI, yaitu Nahdlatul Ulama(NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (Persis), Al Irsyad Al Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), IKADI, Azzikra, AI Washliyah, Persatuan Tarbiah lslamiyah (Perti), Persatuan Umat Islam (PUI) dan Himpunan Bina Muallaf Indonesia (HBMI).

Sumber: Republika

Editor: Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *