Permintaan Ikan Giling Naik 1,5 Ton per Hari Selama Ramadhan

SWARNANEWS.CO.ID, Palembang Memasuki bulan suci Ramadan dan mendekati Lebaran kebutuhan akan ikan giling akan meningkat. Terutama untuk bahan baku pembuat pempek. Di era digital ini mencarinya tidak hanya di pasar tradisional saja. Namun ternyata sekarang bisa pesan via web dan whatsApp.

Lewat inovasi pesan antar ikan giling beku dan segar dalam kemasan, Yusrika merintis usahanya. Diproduksi oleh PT Satu Putra Barokah Makmur, usaha ini mulai dipasarkan online 2017. “Sebenarnya merintis usaha ini dari tahun 2005 mulai dari jualan di pasar. Tapi, karena perkembangan teknologi tahun 2017 barulah mulai jual online,” ujar Yusrika.

Dan di bulan Ramadan diakuinya memang mengalami peningkatan permintaan. Produksi rata-rata di hari biasa mencapai 1 ton atau 1.000 kg. Sedangkan pada bulan Ramadan meningkat jadi 1,5 ton atau 1.500 kg.

Lokasi gudangnya berada di Pasar Induk Jakabaring tepatnya di belakang Terminal Jakabaring. Jam kerjanya pun 24 jam sesuai pesanan. “Apabila ada yang order, pesan langsung diantar akan dilayani setiap hari,” paparnya.

Proses penggilingannya tak jauh beda. Dimulai dari pencucian terlebih dahulu, lalu digiling. Kemudian ditimbang per kilo dan siap antar. “Bedanya untuk daging giling beku, setelah timbang per kilo kemudian dimasukkan ke tempat pembekuan,” jelasnya.

Diterangkannya jenis ikan giling yang dijual ada empat jenis. Harganya pun tidak jauh berbeda dengan harga pasaran. Dimulai dari daging giling ikan tenggiri seharga Rp95.000 per kilo, ikan gabus Rp60.000 per kilo, ikan kakap super dihargai Rp35.000 per kilo dan kulit ikan tenggiri Rp22.000 per kilo.

“Harganya suatu saat bisa turun atau naik sesuai harga ikan di pasaran dan semua dikemas dalam 1 kg,” ujarnya. Dikatakannya permintaan sesuai pesanan pelanggan bisa beku atau juga yang fresh langsung.

Ia menjelaskan setiap pesan antar dikenakan biaya Rp10.000 untuk satu kali pengiriman. “Artinya setiap konsumen beli mau berapa kilo biaya antar dikenakan Rp10.000,” terangnya. Kebanyakan pelanggan datang dari pabrik pembuat pempek dan konsumsi rumah tangga.

“Tidak hanya jual online, kami juga memasok langsung seperti di pasar perumnas, pasar lemabang, pasar sekip, pasar kebon semai, dan pasar 3/4 ulu,” jelasnya.

Dirinya mengatakan selalu mengutamakan kualitas, harga terjangkau, kebesihan, dan terpenting bebas dari bahan pengawet. Selain itu yang menjadi keunggulannya bisa delivery order dan bisa pesan dalam skala besar.

editor : Sarono PS

sumber : sumeks.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *