Rahman Saleh Bukan Terduga Teroris

SWARNANEWS.CO.ID, Palembang | Pasca penggerebekan dan penggeledahan yang dilakukan petugas Gabungan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan (Sumsel) terhadap satu rumah di bilangan Jalan Residen Abdul Rozak, RT2/1, Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni, Palembang, pada hari Selasa kemarin.

Mula-mula sipunya rumah, Abdul Rahman Saleh (41) disebut-sebut sebagai terduga teroris. Usai diselidik lebih lanjut, pihak Polda Sumsel mengeluarkan pernyataan resmi bahwa pria yang kerap dipanggil Ustadz itu tidak terbukti sebagai terduga teroris.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumsel, Kombes Pol Slamet Widodo mengatakan, pasca penggerebekan dan pengeledahan yang dilakukan di kediaman Ustadz Abdul Rahman Saleh pihaknya melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

“Ya benar, sesuai hasil penyelidikan kita, bahwa Ustadz Abdul Rahman tidak ada kaitannya dengan teroris, dengan aksi peledakan bom di sejumlah tempat serta rencana aksi penyerangan di sini. Intinya dia bukan terduga teroris,” terangnya ,Kamis (17/5).

Diberitakan sebelumnya, dalam penggeledahan yang terhadap rumah berukuran 4×8 milik Rahman Saleh, aparat kepolisian menyita beberapa buku dan tabung gas elpiji dari dalam rumah tersebut.

Rumah semi permanen yang konstruksinya 100 persen merupakan kayu tersebut sudah bobrok dan tak layak dihuni. Bangunan berlantai tanah itu tampak berantakan, tak terurus, berdebu, dan banyak lubang di atapnya.

Bangunan terdiri dari dua ruangan yang diberi sekat. Ketika masuk dari pintu depan, terdapat ruang depan berukuran 2×3 meter yang sepertinya difungsikan untuk ruangan santai serta sedikit ruang menjorok yang difungsikan sebagai dapur.

Masuk ke dalam pintu, terdapat dua ruangan lagi. Yang pertama berukuran 2×2 yang difungsikan sebagai kamar tidur. Terdapat kasur per yang ditegakkan. Lalu ruangan lainnya berfungsi sebagai ruang keluarga sekaligus kamar mandi yang sekatnya sudah tidak ada lagi.

Di dalam ruang keluarga tersebut banyak barang berserakan. Di antaranya terdapat lemari berisikan banyak baju gamis, buku-buku, telepon kabel rumah yang tak berfungsi lagi, serta serakan kertas. Di antaranya terdapat buku-buku bacaan dan beberapa sertifikat serta akta kelahiran milik Rahman Saleh.

Lalu di atas meja berwarna coklat, terdapat selembar kertas HVS dan pensil kayu yang tergeletak. Di kertas tersebut terdapat dua baris kalimat yang berbunyi “Jangan menghakimi yang tak kau ketahui. Jangan mencintai yang tak kau percayai”. Di samping kertas terdapat peci putih.

Sementara di halaman rumah pria yang sehari-hari bermata pencaharian sebagai penjual tanaman hias tersebut, nampak banyak tanaman hias dan bunga yang dipajang untuk dijual. Namun terlihat kurang terawat. Berbagai macam jenis tanaman hias berada di sana yang menjalar liar.

Yani selaku Ketua RT 1,Kelurahan Kalidoni, Kecamatan Kalidoni mengatakan, dirinya sempat terkejut dengan penggeledahan petugas gabungan beberapa waktu lalu mengingat dirinya sudah cukup lama mengenal Ustadz Abdul Rahman Saleh yang memang sudah lama tinggal di lingkungan yang sama di tempatnya.

“Kemarin saya sempat bertemu dengan Pak Ustadz Abdul Rahman,” ujarnya. Dia bersyukur, dari hasil pemeriksaan dan dipanggil penyidik ternyata Ustadz Abdul Rahman Saleh tidak terbukti terduga teroris sehingga barang-barang yang diamankan seperti tabung gas dan ayam jago akhirnya sudah dikembalikan. Hanya buku saja yang belum diberikan.

“Semalam usai pulang dari salat tarawih saya menonton di salah satu stasiun televisi, Kapolda Sumsel langsung ngomong kalau Ustadz Abdul Rahman Saleh pasca penggeledahan di Kalidoni bukan terduga teroris,” ucapnya.

18Masih kata Yani, selama ini Ustadz Abdul Rahman Saleh tidak ada hal hal yang menyimpang dari ajaran agama bahkan Ustadz tersebut sering memberikan ceramah di daerah mereka dan memimpin pengajian serta acara-acara keagamaan warga setempat. “Dengan adanya pernyataan resmi dari Kapolda, kami sangat senang dan gembira karena isu-isu selama ini terhadap Ustadz Rahman terbantahkan,” jelasnya.

editor : Sarono ps

sumber : palpres.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *