Alumni 212 Bergabung Dalam Gerakan Umat Islam Bersatu Menolak Dipolitisasi

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG |Menjelang pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 di Sumatera Selatan, tensi politik lokal semakin dinamis dan cenderung memanas. Ini terjadi karena salah satunya didorong oleh adanya praktik dukung-mendukung oleh elemen masyarakat tertentu kepada salah satu pasangan calon (Paslon) kepala daerah di Pilkada 2018.

Terkait dengan adanya politik praktis yang telah dilakukan oleh mereka yang mengklaim para Habibpara ustadz, para kyai dan para Ulama  se-Sumatera Selatan dengan mengatasnamakan alumni aksi bela Islam 212, mendapat tentangan dari sebagian besar alumni ABI 212 yang tergabung dalam Gerakan Umat Islam Sumsel Bersatu dan menyampaikan pernyataan sikap yag dibacakan di Gedung Yayasan Pembinaan Umat, Jalan Radial Kota Palembang. Jum’at (08/06/2018)

Salah satu inisiator awal Aksi Bela Islam 212, M Khalifah Alam, mengatakan, “Dalam alam demokrasi, praktik dukung-mendukung dari elemen masyarakat kepada Paslon tertentu dalam konteks Pilkada sebenarnya merupakan hal yang normatif dan sah-sah saja. Ini dapat dipahami selama hal tersebut disampaikan dengan elegan, sesuai dengan kapasitasnya, berdasarkan hasil musyawarah komunitasnya, dan yang terpenting, tidak menimbulkan resistensi penolakan dari komunitas  yang diklaim diwakili olehnya,” ujar Alam.

“Beberapa hari terakhir kita selaku umat muslim di Bumi Sriwijaya dikejutkan oleh sikap sekelompok masyarakat yang mengklaim dirinya sebagai kumpulan para Habibpara ustadz (Asatidz), dan para Ulama  se-Sumatera Selatan yang dengan serampangan menyampaikan pernyataan sikap bahwa para habib, ustad dan ulama se-Sumsel sepakat bersama-sama akan mendukung dan memenangkan Salah Satu Pasangan pada Pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Sumsel dan pada Pilkada Walikota-Wakil Walikota Palembang,” tambah Alam

“Padahal hanya sebagai tameng sekaligus pembenaran saja, mereka pun menyebut aksi dukung-mendukung atau politik praktis Ini sebagai bentuk ijtihad politik dalam mendukung dan memilih pemimpin di Pilkada 2018,” tegasnya

Sementara di tempat yang sama Mantan Ketua Umum HMI Cabang Palembang yang juga alumni aksi bela Islam 212 mempertegas bahwa “Menyesalkan pernyataan dukung mendukung dilakukan oleh mereka yang selalu mengatasnamakan pimpinan alumni aksi bela Islam 212 dalam mengarahkan pilihan pada salah satu pasangan calon baik di Pilkada Gubernur Sumsel ataupun di Pilkada Kota Palembang,”

“Jelas kami prihatin dan menolak atas sikap yang telah dilakukan oleh oknum-oknum ulama, habaib, kiyai yang tergabung dalama Maspuro, aksi belas Islam 212 bukan untuk aksi dukung-mendukung dalam Pilkada tetapi dalam rangka amar ma’ruf nahi ungkar,” tegas Ramdoni

“Aksi Bela Islam merupakan aksi spontan umat Islam dalam membela agama Islam serta dalam rangka menghukum para penista agama, lagian kami alaumni aksi bela Islam tidak pernah melembagakan gerakan tersebut,” ujarnya

Herman Suryanto, Ketua Majelis Syahadatain Kota Palembang sekaligus alumni 212 dan salah satu pelopor pendiri dari Mart 212 mempertanyakan gerakan tersebut “Kami ikut prihatin dan meyesalkan atas prilaku mereka yang sudah kebablasan”

“Seharusnya mereka mengajak semua elemen alumni aksi bela Islam 212 untuk urun rembug dalam hal yang berkaitan dengan aksi bela Islam 212, karena inisiasi awal dari gerakan Bela Islam merupakan kesepakatn spontan bersama dari ghirah dan gairah organisasi-organisasi kemasyarakatan Islam seperti HMI, Kahmi, MMI, Sijarum Istitute, ICMI, Kammi, Laskar Bela Islam, FPI dan lain-lain” ujar Ki Tapa

“Aksi bela Islam 411-212 spiritnya adalah mengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia  bukan dalam rangka dukung-mendukung Pilkada, lagian gerakan tersebut otomatis bubar ketika si penista agama telah dijatuhi hukuman” tegasnya

Uda afdhal Azmil Jambak yang turut hadir dalam pernyataan siap justru mempertanyakan “Kalau untuk dukung mendukung yang dilakukan oleh para ulama, habaib, kiyai yang tergabung dalam Maspuro dalam Pilkada 2018 ini mengapa Cuma untuk Pilkada Kota Palembang dan Pilkada Provinsi Sumsel saja ?,”

“Kan disumatera selatan ada banyak Pilkada kota dan kabupaten, sekalian saja kalau ingin merekomendasi pasangan calon untuk masing-masing Pilkada Kota/Kabupaten” usulnya

Pernyataan Sikap dari Gerakan Umat Islam Sumsel bersatu dibacakan langsung oleh Husyam Usman sebagai berikut :

Menyesalkan adanya upaya politisasi oleh sekelompok masyarakat yang mengklaim para Habib, para ustadz, para kyai dan para Ulama  se-Sumatera Selatan telah sepakat dan menyatakan sikap politik untuk mendukung Paslon tertentu dalam Pilkada 2018.

Mendesak kelompok yang telah dengan sengaja mengklaim dan mempolitisasi umat Islam, para habib, para ustad, para kyai dan para ulama  di Sumatera Selatan untuk mendukung salah satu paslon kepala daerah dalam Pilkada 2018 untuk meminta maaf secara terbuka kepada umat Islam di Sumatera Selatan.

Menghimbau kepada semua pihak untuk berhenti mempolitisasi umat dan memanfaatkan ghirah  dan gairah Gerakan 212 untuk kepentingan kelompoknya dengan berlindung pada retorika “dengan mempertimbangkan dan mengutamakan kepentingan umat”, padahal kepentingan umat yang dimaksud tidak jelas, sementara pada sisi lain, semangat Gerakan 212sejatinya adalah aksi bela Islam dan dilakukan dalam konteks amal ma’ruf nahi munkar.

Mengingatkan para Ulama, sebagai sosok yang memiliki kedudukan mulia, agar dalam berijtihad politik hendaknya mengedepankan perumusan kriteria ideal pemimpin menurut ajaran Islam, yang tidak partisan, dan hanya memihak pada nilai-nilai kebenaran dan kemanusiaan, bukan sebaliknya malah menceburkan diri pada pemihakan calon (figur) tertentu dalam Pilkada yang malah berpotensi membawa perpecahan di tengah umat.

Mengajak para Uama, yang notabene sebagai penerus tradisi kenabian (warasatul anbiya), untuk mengedepankan politik  etis, yang senantiasa bersikap kritis-konstruktif terhadap penguasa, sembari tetap mendampingi masyarakat untuk hidup dalam persatuan dan mampu mewujudkan cita-cita akan kehidupan yang sejahtera.

“Pernyataan sikap ini merupakan langka awal dari kami alumni 212 dalam menyatakan sikap, sebagai peringatan dan mengingatkan bahwa jangan sembarangan mengatasnamakan alumni ABI 212, kami juga adalah peserta aksi bela Islam 212” pungkas Husyam Husman

Sumber: Palpro

Editor: Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *