CitraLand Potensial Kerek Nilai Jual Kawasan Musi II

5 Juli 2018 6:45 am,

Kawasan Baru, Potensi Baru

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Potensi pengembangan kawasan baru kembali hadir di Palembang. CitraLand Palembang hadir di kawasan Musi II diprediksi bakal mengerek kawasan ini menjadi daerah strategis bernilai jual tinggi.

Prediksi ini menurut penuturan Pimpinan PT Sabili Utama Martin S.T, MM, peningkatan nilai strategis sebuah kawasan sangat ditentukan oleh kondisi penduduk dan nilai akumulasi pendukung, seperti aktivitas bisnis dan nilai daya beli masyarakat setempat.

Ia mencontohkan kodisi Alang-Alang Lebar atau tepatnya di kawasan Talang Kalapa Palembang 5 tahun lalu sebelum pengembang raksasa Ciputra masuk ke kawasan tersebut dan membangun Citra Grand City (CGC).

Saat itu nilai jual tanah wilayah itu hanya Rp. 100.000 per meter persegi. Sejak CGC masuk angka itu naik drastis mencapai 300 persen lebih. Saat ini sudah tembus Rp 600.000 sampai Rp 1 juta per meter per segi, bahkan lebih.

BACA JUGA  Emirat Arab Siap Investasi Berbagai Sektor

Angka ini otomatis akan mampu mengerek pendapatan daerah melalui PBB.

Nah, ia juga memprediksi kondisi serupa akan terjadi di kawasan Musi II sekitar area Citra Land Palembang yang ternyata juga milik Ciputra.

Ia memprediksi akan booming kenaikan nilai jual tanah di sini. Malah bisa drastis karena letakna di jalan utama propinsi juga di dukung oleh area kawasan industri pabrik karet. Bahkan industri kecil lain jug banyak berada di sekitar ini.

Dari sisi akses jalan sudah oke, dari sisi akses perairan juga oke karena dekat dengan jembatan Musi II. Tinggal dari sisi keamanan masih kurang di area ini.
Ia berharap ada pos penjagaan aparat keamanan sini, sehingga untuk jangka panjang akan lebih baik dan aman bagi siapapun yang investasi di sini.

BACA JUGA  Sukseskan ASIAN Games, Liza Sako Beri Motivasi Pada Petugas Volunteer

Kondisi makro ekonomi memang belum menguntungkan bagi para penguasaha. Kecuali eksportir bisa menikmati hasil eksport lebih dengan kenaikan dolar hari ini.

Namun pengembang juga tidak perlu khawatir, dengan mendapatkan nilai kawasan yang bagus untuk jangka panjang akan tetap bisa bertahan, kendati agak lambat. Sebab tingkat kemampuan konsumen hari ini memang masih labil.

Ia berharap hadirnya kawasan baru ini menambah referensi baru bagi pengembang lainya ataupun investor lainya. (*)

Teks/Editor : Asih

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait