Pelanggan Gas di Kabupaten OI Pertanyakan Melonjaknya Tagihan Bulanan

Rusdi Malika: Turunkan Staf Cek di Lapangan

SWARNANEWS.CO.ID , INDRALAYA |Menyeruaknya keluhan banyak warga  pelanggan gas rumah tangga  yang bermukim di Kelurahan Indralaya Kecamatan Indralaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), seperti yang dimuat swarnanews.co.id, Rabu (29/8) kemarin terus menjadi pembicaraan warga. Pelanggan mengeluhkan tarif yang dikenakan oleh PD Petrogas  Ogan Ilir selaku perusahaan milik daerah yang mengelola gas rumah tangga. Mereka mengeluhkan tarif yang dikenakan tiap bulan tidak sesuai dengan pemakaian. Semula Rp60 ribu perbulan, tiba-tiba naik drastis menjadi Rp200 ribu perbulan.

Seperti dikeluhkan Alun (50) warga Perum Bhakti Guna Indralaya. Anggota dewan ini mengaku terkejut saat dirinya hendak membayar biaya tagihan gas rumah tangga. Tarif yang dikenakan oleh petugas yakni senilai Rp200 ribu. “Saya terkejut, saat petugas penagihan mengecek biaya gas rumah tangga yang harus dibayarkan pada awal Agustus lalu senilai Rp 200 ribu,” ujar Alun.

Padahal, lanjut Alun, pemakaiannya pun tergolong tidak terlalu sering bila dibandingkan pada bulan Juli lalu. “Bulan Juli saja, cuma Rp 60 ribu. Angka tersebut memang sesuai. Nah, bulan Agustus inilah yang tiba-tiba tagihannya membengkak. Padahal, bila dibandingkan pemakaian antara bulan Juli dan Agustus tidak jauh berbeda, ” tambah Alun.

Senada  dengan Alun,  Sumarni(55) warga Kelurahan  Timbangan Kecamatan Indralaya Utara  Kabupaten OI, Kamis (30/8/18) mengaku sudah menjadi pelanggan sejak enam bulan terakhir. Awalnya pembayaran setiap bulan Rp 57 ribu hingga Rp60ribu  perbulan,  namun pembayaran terakhir pada bulan Agustus terjadi pembekakan yaitu sebesar Rp160ribu.

Hal yang sama juga dikatakan Subaidah (58) warga Kelurahan Timbangan yang ditemui di Kantor PD  Petrogas saat melakukan pembayaran, Kamis (30/8/18), mengaku harus membayar Rp 75 perbulan dan pada pembayaran  bulan Agustus  sampai Rp190 ribu.

Sarkowi salah satu pelanggan Jargas OI.

Lain lagi yang dikatakan warga Indralaya Mulya, Rokibah (55) beban pembayaran yang ditanggungnya  biasa biasa saja. Tidak ada lonjakan pembayaran yaitu pembayaran antara Rp58 ribu sampai Rp60 ribu perbulan. Untuk bulan Agustus dia membayar Rp 61ribu dan sudah menjadi pelanggan selama enam bulan. Dia malahan merasa terbantu dengan adanya jaringan gas rumah tangga ini karena menilai sangat murah dibanding pemakaian gas biasa. “Saya merasa tertolong,  kalau gas biasa sebulan mengeluarkan biaya Rp100-120 ribu per bulan. Tapi dengan pemakaian gas rumah tangga sebulan hanya Rp60ribu,” ujar Rokibah.

Pelanggan lain warga Tanjung Seteko Indralaya, Sarkowi (56) mengatakan setiap bulan rata rata pembayarannya Rp 50 ribu. Dia mengaku sudah empat bulan terakhir menjadi pelanggan Petrogas dan sangat terbantu, merasa lebih aman,  praktis dan tidak takut kehabisan gas.

Kalaupun nantinya terjadi lonjakan atau tarif dinaikkan saya tidak akan berlangganan dengan Petrogas lagi.

Hal senada dikatakan Ida (48) warga Kelurahan  Indralaya Indah, mengaku pembayaran mantap, tidak ada lonjakan pembayaran dan mengaku sudah satu tahun terakhir berlangganan dengan Petrogas.

Akui Adanya Keluhan Warga,  Turunkan Staf Cek Lapangan.

Menyikapi keluhan warga di beberapa kelurahan yang ada di Kecamatan Indralaya dan Indralaya Utara terkait terjadinya lonjakan pembayaran gas rumah tangga pada akhir akhir ini, Direktur utama Perusahaan Daerah (PD)  Petrogas Kabupaten Ogan Ilir,  Rusdi Malika yang ditemui di ruang kerjanya di PD. Petrogas mengakui adanya keluhan warga mengenai tingginya pembayaran.

Rusdi Malika, Dirut PD. Petrogas OI Sumsel

Dia mengakui,  pihaknya sudah melakukan pemanggilan dan melakukan rapat, seluruh staf dipanggil, dan  segera menurunkan staf ke lapangan untuk melihat dan mengecek langsung ke lapangan, apa yang menjadi penyebab terjadinya pembayaran meningkat pada pelanggan.

Saat dipertanyakan apakah hal ini terjadi karena adanya kenaikan tarif,  dirinya langsung membantah,  karena tarif sudah ditetapkan dari pusat,  tarif  dikeluarkan oleh  BPH Migas pusat untuk Indralaya 5.437/m3.  Dikatakan juga sejak program mulai tahun 2013 oleh pemerintah pusat dengan menggunakan dana APBN dan baru beroperasi tahun 2017.

Permasalahan yang sering masuk ternyata banyak saluran yang putus termasuk kerusakan pada saluran ke rumah-rumah. Kedua meningkatnya volume pemakaian misalnya pada Juli-Agustus 2018 kemaren dan ketiga mungkin ada kesalahan dari staf dalam hal pencatatan pemakaian.

“Kalaupun terjadi kedapatan kesalahan pencatatan yang dilakukan oleh staf kami sehingga merugikan pelanggan,  saya tidak segan segan memberhentikan staf saya,” tegas Rusdi Malika.

Dipaparkan Rusdi Malika sekarang tercatat di Ogan Ilir ada 2.100 pelanggan,  yang meliputi 3.525 sambungan rumah, di sepanjang 16 KM luas jaringan. Pihaknya terbuka menerima keluhan masyarakat dan segera akan ditindak lanjuti.

Ini merupakan salah satu bentuk pelayanan kepada masyarakat,  diantaranya kalau ditemukan di lapangan adanya kerusakan pada jaringan atau pipanya yang harus segera diganti. Semua keluhan dan hasil rekap setiap bulannya langsung kami laporkan ke Pertagas Niaga yang merupakan anak perusahaan Pertamina.

BPH Migas Cari Penyebab Kenaikan Tagihan Bulanan

Berkaitan dengan permasalahan tersebut swarnanews.co.id meminta tanggapan Anwar Rofiq ,S.H., M.H. dari BPH Migas. Dia mengatakan, kami sedang berkoordinasi dengan Operator Jargas. Untuk mencari penyebab kenaikan tagihan bulanan tersebut.

“Kami sedang dalami apa yang menyebabkan ada kenaikan tagihan pada  pelanggan tersebut. Sebab untuk harga jual gas bumi untuk rumah tangga dan pelanggan kecil wilayah Jargas Ogan Ilir ditetapkan oleh BPH Migas tahun 2016 dan belum ada perubahan,” tegasnya.

Teks: Ani

Editor: Sarono PS

!-- Composite Start -->

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Terkait