Antisipasi Hepatitis, Warga Diharap Waspadai Jajanan Sekolah

SWARNANEWS.CO.ID, OKI | Dalam beberapa hari ini, para orang tua di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dihebohkan dengan sebaran (broadcast) melalui pesan grup WhatsApp (WA) agar berhati-hati dan mengawasi jajanan anak di sekolah.

Dalam broadcast tersebut menyampaikan, informasi terkait penyakit Hepatitis B yang menjangkit salah seorang siswa SD, yang diduga akibat mengkonsumsi jajanan atau makanan di sekolah.

“Untuk itu diimbau agar para kepala sekolah, guru dan orang tua agar menyarankan sementara waktu anak peserta didik agar membawa makanan dari rumah serta stop sementara membeli jajanan misal seperti minuman pewarna, sosis, saus dan lain-lain.

Sambil menunggu hasil sampel laboratorium.  Para  kepala sekolah dan lembaga terkait juga disarankan agar melakukan pembinaan  tentang pentingnya  menjaga kebersihan dan kesehatan jajanan untuk dikonsumsi anak peserta didik.

Pihak sekolah juga diminta untuk menginformasikan hal itu baik melalui  Kelompok Kerja Guru (KKG),  Senam Jumat, dan saat upacara. Saran-saran tersebut diberikan oleh pihak puskesmas dan dinas ksehatan.

Terkait pesan ini, pihak Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) OKI, dr H M Lubis mengungkapkan belum memastikan sumber awal dari pesan tersebut. Meski demikian, pihak Dinkes tetap menyarankan semua siswa dan orang tua untuk hati-hati memilih jajanan dan wajib untuk sarapan pagi sebelum berangkat ke sekolah.

Lubis menjelaskan, penyakit yang disebabkan virus Hepatitis ini diakibatkan dari adanya peradangan pada hati, dan biasanya memang tidak langsung dirasakan karena dibutuhkan waktu yang cukup lama baru bisa diketahui kalau terjangkit Hepatitis.

“Untuk itulah mulai saat ini harus dicegah. Selain itu, penyuluhan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) semakin gencar dilakukan salah satunya dengan membiasakan cuci tangan setelah beraktivitas dengan sabun,” terangnya saat di hubungi, Jumat (26/10).

Sementara itu, salah seorang warga Kayuagung, Toyib mengungkapkan, penyebaran pesan tersebut memang ada.

“Iya ada memang yang nyebar di grup WA broadcast yang mengatakan untuk berhati-hati memilih jajanan anak. Kalau dilihat dari yang disampaikan pada pesan itu memang masuk akal, karena faktor penyebabnya bisa dari makanan yang disebutkan seperti sosis, minuman yang pake pewarna dan beberapa makanan lainnya,” katanya.

Terlepas dari broadcast yang disebar tersebut benar atau hoax dirinya beranggapan sudah sepatutnya orang tua untuk lebih berhati-hati dan memantau jajanan anak.
“Jadi positifnya jajanan anak lebih terpantau,” tukasnya.

Kontributor: Elisa

Editor: Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar

  1. We are a gaggle of volunteers and starting a new scheme in our community. Your site provided us with useful information to work on. You have performed an impressive process and our whole community will be grateful to you.