Caleg Boleh Sosialisasi dengan Foto Berbeda

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Kabar baik bagi para calon yang akan bertarung di 2019 nanti. Para calon diperbolehkan melakukan sosialisasi pencalonanya dalam bentuk baliho dengan syarat memasang foto yang berbeda dari foto yang terdaftar di KPU.

Penegasan ini disampaikan di sela acara serah terima Jabatan Ketua Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) Provinsi Sumsel dari Junaidi SE MSi kepada Iin Irwanto ST MM. Juga sekaligus menggelar Deklarasi Kampanye Bermartabat, di Hotel Horison Ultimate Palembang, Kamis (25/10).

Kepala Sekretariat Bawaslu Sumsel, Ir H Iriadi MS saat membacakan Surat ketetapan keputusan ketua Bawaslu Provinsi Sumsel tentang penetapan ketua Pengawasan pemilu provinsi Sumsel masa jabatan 2018-2023 yakni Iin Irwanto ST MM.

“Keputusan ini ditetapkan pada kemudian hari apabila terdapat kekeliruan akan diadakan perbaikan,” ujar Iriadi.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sumsel, Iin Irwanto menyampaikan untuk pengawasan pemilu Pilpres dan Pileg. Secara bersamaan sukseskan pemilu 2019 khususnya di Sumsel ini.Diharapkan pemilu ini dapat berjalan dengan khidmat yang melibatkan seluruh komponen bangsa.

“Dalam memasuki tahapan pemilu pada saat ini harus ada pencegahan dan pengawasan terhadap pelanggaran sehingga pada proses pemilu nanti bisa berjalan dengan lancar,” terangnya.

Menurutnya, dimasa awal tahapan kampanye ini semuanya akan mendeklarasikan kampanye yang bermartabat.

“Kita ketahui masa kampanye ini membutuhkan eksistensivitas yang tinggi. Saya yakin apabila kampanye ini berjalan dengan baik aman damai dan kondusif serta bermartabat bersama pemilu 2019 di Sumsel akan terlaksana dengan baik juga akan mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan harapan masyarakat,” harapnya.

Selain itu, Anggota Bawaslu RI, Rahmad Bagia,SH.LL.M mengatakan untuk peserta pemilu untuk bisa meriahkan masa kampanye tanpa ketegangan.

“Meriahkan Pemilu kali ini, kami bersama KPU akan menjaga dan mengawasi agar peraturan perundang undangan dijalankan. Kepada peserta pemilu ajaklah masyarakat bersenang-senang dalam masa kampanye tidak perlu tegang,” ucapnya.

Iapun menjelaskan, Spanduk dan Baliho untuk kampanye harus  berbeda dengan spanduk dan baliho untuk sosialisasi karena mempunyai ukuran bentuk dan persyaratan tertentu dari KPU.

“Spanduk, Baliho untuk sosialisasi boleh dipasang untuk memperkenalkan peserta pemilu kepada masyarakat dengan syarat berbeda dengan foto atau gambar yang dikeluarkan oleh KPU. Syarat lainnya, tidak ada ajakan untuk memilih, tidak tidak ada nomor peserta, tidak ada visi, tidak ada misi, tidak ada program dan citra diri peserta pemilu,” jelas Bagia.(*)

Teks : Herwanto
Editor : Asih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

3 komentar