HD: Siap Fasilitasi Satu Desa Satu Rumah Tahfiz

SWARNANEWS.CO.ID, PALEMBANG | Datang langsung dalam acara Peresmian Launching Rumah Tahfiz Ash Sholihin Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru sempatkan hadir walau kesibukannya yang begitu padat.

Dalam acara Peresmian Launching Rumah Tahfiz Ash Sholihin Binaan Kantor Wilayah(Kanwil) Kemenag Sumsel dihalaman gedung PSBB MAN 3 Palembang pada Senin (15/10) ia mengatakan akan menepati janjinya sewaktu kampanye yakni satu desa satu rumah tahfiz, menurut Herman Deru peresmian ini merupakan moment bersejarah.

“Terima kasih kepada Kakanwil Kemenag Sumsel yang membantu bergerak cepat serta merespon keinginan pemerintah untuk mewujudkan pendirian rumah tahfiz disetiap desa Sumsel, ide brilian ini untuk mendirikan dan mengembangkan rumah tahfiz harus terus didorong dan dibiarkan tumbuh tanpa batas,” ujarnya

Bahkan Gubernur Sumsel ini pun berharap setiap muslim di Sumsel dapat membaca Al- Qur’an dan bahkan menghafalkannya serta akan memikirkan pengupayaan agar Rumah Tahfiz dapat didirikan disekolah umum seperti sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA).

“Guna mewujudkan kerjasama untuk melaksanakan program Rumah Tahfiz ini pemerintah daerah harus terus menjaga serta meningkatkan kerjasama, janganlah kita beranggapan bahwa Pemprov adalah otonom sementara Kemenag instansi vertikal. Kalau dulu sebagai Bupati saya bisa, nah sekarang terlebih jangkauan saat ini lebih luas karena sebagai Gubernur saya siap memfasilitasi,” tandas Gubernur Sumsel yang kerap disapa HD.

Tetap sebagai manusia HD menginginkan support berupa dukungan do’a serta bantuan dana pula dari perusahaan yang memiliki CSR agar membantu kepentingan kegiatan keagamaan pula.

Alfajri Zabidi sebagai Kakanwil Kemenag Sumsel mengungkapkan latar belakang didirikannya Rumah Tahfiz Ash Sholihin yaitu sebagai salah satu cara mendidik siswa madrasah agar kemampuan ilmu keislaman dan Baca tulos Al-qur’an lebih baik lagi agar dampak negative dari globalisasi serta diminimalisir.

“Sekarang sudah menjadi ciri khas bagi seluruh madrasah diSumsel bahkan saat ini jumlah siswa tahfiz diSumsel capai angka 15.023 siswa dan ini Alhamdulillah, dengan lakukan kerjasama dengan Pesantren Tahfiz Miftahul Huda diWonosobo lahirlah Rumah Tahfiz Ash Solihindan mudah- mudahan berkah,” jelas Alfajri

Pendirian Rumah Tahfiz yang memang sebagai program dan cita- cita Gubernur Sumsel ini pun turut dihadiri KH. Abdullah Ma’sum dari Pesantren Miftahul Huda dan Yulia Sri Lathifah Al Hafiz yang juga Ketua Karantina Hafal Qur’an Sebulan, serta disampaikan Fajri pula bahwa besar harapan dengan keberadaan Rumah Tahfiz Ash Sholihin akan mendorong lahir dan tumbuhnya Rumah Tahfiz ditiap instansi pendidikan.

“Kami dari Kemenag Sumsel siap kawal dan mementori jikalau pihak lembaga pendidikan berkeinginan dirikan Rumah Tahfiz selanjutnya,” tutup Alfajri menutup sesi wawancara.

Teks : Ridho
Editor : Sarono PS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 komentar